Studi Cargill APAC Ingredient Tracker: Konsumen Indonesia Kian Peka soal Bahan Makanan

0
12
Reporter: Rommy Yudhistira

Hasil studi Cargill APAC Ingredient Tracker menunjukkan konsumen Indonesia semakin memperhatikan bahan makanan, yang memengaruhi produk yang dipilih. Studi itu mengkaji 4 bahan makanan yakni cacao dan cokelat, pemanis, pengatur tekstur, serta lemak dan minyak.

Senior Director Go to Market Food Manufacturing Southeast Asia Cargill Food SEA & ANZ Stephanie Sajuti mengatakan, tercatat lebih dari 80% konsumen di Indonesia memeriksa daftar bahan saat pertama kali membeli produk makanan dan minuman.

Selain itu, kata Stephanie, konsumen juga menghargai transparansi dan bahan makanan yang sudah dikenalnya. Ada pula konsumen yang menghindari bahan makanan yang tidak dikenal, dan yang dimodifikasi secara genetik.

Studi juga menunjukkan lebih dari 90% konsumen memilih produk yang dibuat secara berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek sosial, dan lingkungan. Kemudian, sebanyak 54% konsumen mengaku mengikuti pola makan rendah gula. Sementara itu, lebih dari 89% bersedia membayar lebih untuk produk dengan bahan makanan yang lebih sehat.

“Persepsi ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi produsen ketika mengembangkan produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang,” kata Stephanie saat memaparkan hasil studi di Holiday Inn Expres Jiexpo, Jakarta, Kamis (17/9).

Baca Juga :   Polri Siap Jaga dan Amankan PT GNI agar Beroperasi Kembali Besok

Kemudian, kata Stephanie, konsumen di Indonesia pun aktif membicarakan aspek kesehatan makanan dan minuman. Hampir 80% membagikan komentar atau saran mengenai aspek kesehatan makanan dan minuman di media sosial. Selanjutnya, lebih dari 80% mengaku sering dimintai pendapat oleh orang lain terkait aspek kesehatan dan minuman.

Sebagai produsen bahan makanan dan minuman, kata Stephanie, Cargill berpartisipasi dalam Food Ingredients Asia (Fi Asia) 2026. Dalam ajang internasional itu, Cargill menampilkan contoh aplikasi dan solusi bahan baku di berbagai kategori makanan dan minuman.

Hal itu, tambah Stephanie, memberikan kesempatan bagi pelanggan dan pemangku kepentingan industri industri untuk mengeksplorasi wawasan konsumen yang dapat mendukung pemilihan bahan makanan, dan pengembangan produk.

“Di Fi Asia 2026, Cargill menghubungkan temuan ini dengan keahlian bahan makanan dan kemampuan aplikasinya di berbagai kategori makanan dan minuman, serta menampilkan solusi yang dirancang untuk memenuhi harapan konsumen,” ujarnya.

Leave a reply

Iconomics