Menteri Erick: Vaksin BUMN untuk Covid-19 Sudah Masuk Nomor Urut 121

0
603

Menteri BUMN Erick Thohir mengabarkan vaksin Covid-19 hasil kerjasama Bio Farma dengan universitas luar negeri sudah masuk nomor urut 121 di World Health Organization (WHO). Menteri Erick pun menjelaskan vaksin tersebut masih akan melalui berbagai tahap pengujian.

“Mungkin perlu waktu 1 tahun,” kata Menteri Erick yang menjelaskan perkembangan vaksin besutan Indonesia saat konferensi pers, Rabu (02/06/2021).

Langkah pengembangan vaksin tersebut, menurut Erick, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri. Dengan demikian tidak banyak bergantung dengan vaksin yang didatangkan dari luar negeri seperti saat sekarang. “Vaksin Merah Putih dan BUMN akan kita kembangkan,” kata Erick.

Ia mengatakan pihaknya sudah bertemu Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Kesehatan, dan melibatkan juga Kementerian Luar Negeri untuk mendorong vaksin dalam negeri, baik yang namanya vaksin Merah Putih atau pun yang vaksin yang kerjasama.

Namun, sekali lagi. Prosesnya masih panjang, baik vaksin BUMN yang sudah mendaftarkan ke WHO maupun vaksin Merah Putih yang belum mendaftar ke WHO.

Baca Juga :   PTBA Bukukan Laba Bersih Rp2,93 Triliun di Tahun 2025

Adapun jumlah vaksin dan vaksinasi di Indonesia, menurut Erick yang juga menjabat Ketua Pelaksana KPCPEN, sampai saat ini Indonesia sudah mempunyai 75,9 juta vaksin. Dari jumlah tersebut, paling tidak ada 37,5 juta orang yang bisa divaksin Covid-19, jika 1 orang divaksin dengan 2 dosis.

“Alhamdulillah, pemerintah dibantu rakyat semua sudah memvaksinasi sebesar 26,9 juta sekarang. Tentu ini akan kita tingkatkan,” kata Menteri Erick di Bandara Soekarno-Hatta saat meninjau vaksin yang tiba pada 31 Mei 2021.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics