Memperkuat Daya Saing Lewat Inovasi dan Pemasaran Berdampak

0
39

Provinsi Riau menegaskan bahwa pemasaran bukan lagi sekadar alat promosi, melainkan strategi membangun reputasi dan masa depan. Riau menegaskan tekadnya untuk menjadikan pemasaran sebagai fondasi inovasi daerah, penguatan reputasi, dan pembangunan ekonomi inklusif dalam Pekanbaru Marketing Festival 2025.

Wakil Gubernur Riau, H. SF. Hariyanto menegaskan bahwa daya saing daerah ditentukan oleh kemampuan membangun reputasi dan kepercayaan, bukan semata infrastruktur atau sumber daya alam. “Pemasaran menjadi strategi paling relevan untuk memperkuat posisi daerah secara nasional dan global melalui kolaborasi lintas sektor,” kata Hariyanto dalam keterangannya.

Dalam sesi “Trade War or Tech War: Memahami Tantangan Baru Pemasaran”, Founder & Chair of MCorp, Hermawan Kartajaya menjelaskan bahwa di era digital yang semakin kompetitif ini, penting bagi kita semua untuk menemukan Positioning, Differentiation dan Brand (PDB) yang kuat untuk memenangkan persaingan.

Selain itu, Hermawan juga menekankan pentingnya bagi suatu perusahaan untuk mencapai Quality, Cost, Delivery, dan Service dengan pemaparan dan contoh kasus studi dari jenama-jenama terkemuka di Indonesia dan internasional. Tidak lupa juga Hermawan menyerukan urgensi untuk menerapkan inisiatif keberlanjutan dalam rangka membantu tercapainya 17 Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditargetkan oleh PBB tercapai di tahun 2030.

Baca Juga :   SAP Tingkatkan Layanan dengan Program Pengembangan Inovasi Data Transformatif di Era AI

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat menekankan pentingnya membangun narasi city branding yang otentik dan menyatu dengan identitas daerah. Menurutnya, branding bukan sekadar soal logo atau tampilan visual, melainkan bagaimana potensi budaya lokal diolah secara konsisten dan strategis menjadi identitas yang dikenali, diterima, dan dibanggakan oleh masyarakat.

Founder of Avara Custom Indonesia, Alvon Yulius sebagai anggota dari Diplomat Entrepreneurs Network menyampaikan bahwa loyalitas pelanggan tidak lagi dibangun melalui program diskon atau hadiah, tetapi lewat pengalaman yang personal dan relevan.

Adapun Senior Manager Niaga & Manajemen Pelanggan PLN UID Riau & Kepri, Inu Suprianto selaras menyebutkan bahwa digitalisasi di sektor pelayanan publik justru memperkuat relasi antara institusi dan pelanggan jika dijalankan dengan pendekatan human-centered.

Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. Kariadi Semarang, Dr. dr. Ninung Rose Diana Kusumawati, M.Si. Med., Sp.A(K) menjelaskan bahwa integrasi AI dalam dunia kesehatan mampu menghadirkan layanan yang lebih prediktif dan efisien, tanpa mengabaikan empati kepada pasien.

Baca Juga :   Telkom Kerja Sama Strategis dengan IBM Indonesia soal Layanan AI

Senada, Dr. dr. Inu Mulyantoro, Sp.OG, Subsp.FER, D.MAS, Dokter Spesialis RSUD Dr. Kariadi Semarang menambahkan bahwa AI harus menjadi alat bantu dalam pengambilan keputusan klinis, bukan pengganti tenaga medis. Menurutnya, inovasi di sektor medis harus tetap berpusat pada kebutuhan pasien secara menyeluruh, termasuk aspek emosional dan psikologis.

Dari sektor otomotif, IT Coordinator Agung Toyota Sumatera Region, Tio Muhamedi menilai AI sebagai katalis strategi bisnis yang mempercepat inovasi dan memperkuat citra brand. Menurutnya, pemanfaatan AI memungkinkan analisis pasar real-time dan perancangan strategi pemasaran yang efisien. Ia menekankan pentingnya memahami potensi dan limitasi penggunaan AI secara tepat, sehingga perusahaan tetap relevan di tengah persaingan industri.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics