BPJS Watch Tolak Pelatihan Berjalan di Atas Bara untuk Pekerja
BPJS Watch menolak keras pelatihan berjalan di atas bara api yang dilakukan calon pekerja BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut dinilai tidak tepat, dan tidak relevan dengan bidang kerja calon pegawai tersebut.
Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar mengatakan, pelatihan tersebut berisiko besar, dan tidak mendukung keselamatan calon pekerja. Padahal BPJS Ketenagakerjaan merupakan badan hukum publik yang memberikan perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja di Indonesia.
“Saya pun menolak pelatihan yang dilakukan TNI atau Polri terhadap calon pekerja BPJS TK (Ketenagakerjaan) ini,” kata Timboel saat dihubungi pada Sabtu (1/8).
Selain itu, Timboel pun menyoroti biaya pelatihan yang dinilai mahal, dan diambil dari dana buruh yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Seharusnya, dana tersebut digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat bagi pekerja di Indonesia.
“Seharusnya digunakan secara lebih baik oleh direksi untuk menciptakan pekerja yg handal dengan pelayanan yg baik kepada pekerja,” ujar Timboel.
Masih kata Timboel, pihaknya berharap manajemen BPJS Ketenagakerjaan memberikan penjelasan terkait masalah tersebut. Dan mendesak agar pelatihan itu tidak lagi dilanjutkan lagi.
“Saya berharap direksi BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan tentang masalah pelatihan ini dan menjelaskan tentang keterlibatan TNI atau polri dalam pelatihan ini,” katanya.
Sebelumnya, beredar di media sosial video yang memperlihatkan orang berjalan di atas bara api. Orang dalam video tersebut tampak mengenakan kaus lengan panjang bertuliskan BPJS Ketenagakerjaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPJS Ketenagakerjaan belum memberikan klarifikasi mengenai video tersebut.