Komdigi Terbitkan Daftar Risiko PLF, dan 94 PSE Telah Selesaikan Self Assesment hingga 6 September Ini
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan daftar verifikasi dan penetapan profil risiko produk, layanan, dan fitur (PLF). Berdasarkan data Komdigi, ada 252 PLF dari 94 penyelenggara sistem elektronik (PSE) telah menyelesaikan self-assessment hingga 6 September 2026.
Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan, dari jumlah itu, pihaknya telah menyelesaikan proses verifikasi terhadap 60 PLF, yang terdiri atas 38 PLF profil risiko rendah, dan 22 PLF dengan profil risiko tinggi.
Kemudian, lanjut Meutya, sebanyak 42 PLF telah ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital. Sedangkan 18 PLF lainnya telah mendapatkan hasil verifikasi, dan dalam proses penetapan melalui penyusunan keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital.
Meutya menyebutkan, selama 6 bulan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), penerapan kewajiban pelindungan anak dinilai mulai menunjukkan proses yang positif.
Dengan kebijakan itu, kata Meutya, sekitar 28 juta anak di Indonesia telah mendapatkan pelindungan dari berbagai risiko di ruang digital.
“Kami melihat ada platform yang sudah mengambil langkah konkret, tetapi masih ada yang perlu memenuhi kewajibannya,” ujar Meutya dalam keterangan resminya pada Selasa (15/9).
Penerapan peraturan itu, kata Meutya, mulai terlihat dari berbagai langkah teknis yang diterapkan sejumlah platform digital. Misalnya Roblox, yang menerapkan sistem age gate, dan klasifikasi fitur berdasarkan usia. Juga otomatis mengalihkan sekitar 23 juta akun pengguna di bawah usia 16 tahun ke pengaturan pelindungan yang lebih ketat.
Masih kata Meutya, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada seluruh PSE untuk menyelesaikan kewajiban self-assessment hingga 31 Desember 2026.
“Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, pemerintah dapat menetapkan secara langsung PLF terkait sebagai layanan berprofil risiko tinggi,” tutur Meutya.
Berikut daftar 28 PLF dengan profil risiko rendah:
1. Apple Arcade
2. Lapak Gaming
3. Itemku
4. App Store
5. Apple Books
6. Situs Web Lazada Service
7. OPPO Official Website
8. Game Center & Games
9. Google Shopping
10. Livin’ Next-G
11. Eidupay
12.DANA
13. UniPin
14. Livin’ by Mandiri
15. Netflix Kids Profile
16. FaceTime
17. iMessage
18. Google Messages
19. Gmail
20. Canva Pendidikan
21. iCloud Drive & Photos
22. Siri
23. YouTube Kids
24. Google Maps
25. Gemini
26. Apple Maps
27. Apple Invites
28. Google Classroom
Daftar 14 PLF dengan profil risiko tinggi:
1. Aplikasi Lazada
2. Situs Web Lazada
3. Blibli
4. BMoney
5. Vidio
6. Hago App
7. Pinterest
8. SnackVideo
9. X
10. Sola Mahjong
11. Goddess of Victory: NIKKE
12. Age of Empires Mobile
13. Valorant
14. Teamfight Tactics Mobile
Masih terdapat 18 PLF yang telah mendapatkan hasil verifikasi, dan sedang dalam pengawasan Dirjen Pengawasan Ruang Digital. Dari jumlah itu, 10 PLF memiliki hasil verifikasi dengan profil risiko rendah:
1. Google Play
2. PlayStation
3. Apple Music
4. Apple TV
5. Spotify
6. Ruangguru App dan Ruangguru Web-based
7. Google Workspace
8. Google Search
9. Safari
10. Google Photos
Kemudian, 8 PLF memiliki hasil verifikasi dengan profil risiko tinggi:
1. Apple Podcasts
2. WeTV (layanan streaming)
3. MAXStream TV
4. Discord
5. Telegram Messenger
6. YouTube
7. Ludo World–Ludo Superstar
8. Crossfire: Legends