Hasil Survei: 87% Responden Yakin Kebijakan Pemerintah Mampu Tingkatkan Rasa Percaya Diri soal Finansial

0
74
Reporter: Rommy Yudhistira

Hasil survei Inventure-Alvara menunjukkan mayoritas responden meyakini kebijakan pemerintah khususnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mampu meningkatkan rasa percaya diri terhadap kondisi finansial. Sentimen positif itu disebut mencerminkan perubahan psikologis ketika ekonomi mengalami tekanan.

Hasil survei itu mencatat, jumlah yang meyakini kebijakan pemerintah mencapai 87% dari 600 responden. Karena itu, kata Managing Partner Inventure Yuswohady, kepercayaan publik terhadap arah kebijakan pemerintah bisa menjadi modal psikologis yang kuat bagi masyarakat.

“Optimisme ini muncul lebih cepat dibanding pemulihan daya beli, sehingga konsumen merasa lebih percaya diri meski masih menahan belanja. Mereka tetapĀ frugal, tetapi kini lebih yakin bahwa kondisi akan bergerak ke arah yang lebih baik,” kata Yuswohady dalam Business Outlook 2026 di 3 Point Cafe & Resto, Jakarta, Selasa (9/12).

Yang memperkuat keyakinan itu, kata Yuswohady, ekspektasi konsumen terhadap pertumbuhan nasional. Sebanyak 72% responden optimistis ekonomi Indonesia akan meningkat dalam 12 bulan ke depan, dan hanya 2% yang memprediksi penurunan ekonomi.

Yuswohady menambahkan, data tersebut menunjukkan bahwa konsumen masih melihat peluang pemulihan ekonomi di tengah tekanan inflasi, dan stagnasi pendapatan sehari-hari.

Baca Juga :   Jokowi Sebut Stok Beras Cukup Penuhi Kebutuhan Masyarakat di Bulan Ramadhan Ini, Harganya?

Sementara itu, CEO Alvara Research Center Hasannudin menambahkan, konsumen sedang berada pada fase transisi antara kehati-hatian, dan harapan. Bagi pelaku usaha, fenomena itu perlu disikapi sebagai tantangan, sekaligus peluang karena kepercayaan terhadap arah kebijakan akan membuka ruang bagi pemulihan konsumsi masyarakat.

Meski demikian, kata Hasannudin, realisasinya sangat bergantung pada kecepatan respons pemerintah dalam mengembalikan stabilitas harga, memperluas akses pembiayaan, dan memulihkan ekspektasi pendapatan masyarakat.

“Optimisme makro sudah bergerak, tetapi optimisme mikro yang terkait langsung dengan kondisi dompet rumah tangga masih tertahan. Konsumen percaya ekonomi akan pulih, tetapi mereka tetap berperilakuĀ frugalĀ sampai perbaikan benar-benar terasa pada pendapatan dan harga kebutuhan,” ujar Hasannudin.

Sebagai informasi, responden survei berasal dari generasi Z (34%), generasi milenial (40%), genarasi X (26%). Porsi responden pria dan wanita seimbang 50%-50%. Sampel diambil dari responden yang bekerja sebagai karyawan swasta, BUMN, ibu rumah tangga, mahasiswa, wiraswasta, dan ASN. Survei dilakukan di beberapa kota besar seperti Jabodetabek, Semarang, Surabaya, Bandung, Balikpapan, Medan, dan Makassar.

Leave a reply

Iconomics