Kemendag Pastikan Pasokan Bahan Pokok Tersedia dan Harga Terkendali Jelang Nataru Ini
Menteri Perdagangan Budi Santoso/Iconomics
Pemerintah memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok, dan stabilitas harga dalam kondisi normal serta terkendali jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pasokan dan produksi disebut masih mencukupi.
Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso, beberapa komoditas strategis seperti telur dan daging ayam bahkan tercatat surplus. Kendati begitu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengantisipasi potensi gangguan khususnya faktor cuaca yang bisa mempengaruhi proses panen, dan kualitas produk.
“Kemendag mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, maupun asosiasi, untuk terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga, kecukupan pasokan, serta kelancaran distribusi jelang Nataru. Pemerintah membuka ruang diskusi dengan para pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi serta mengatasi potensi kendala di lapangan,” kata Budi dalam keterangan resminya pada Senin (8/1).
Khusus minyak goreng, kata Budi, pemerintah terus mendorong penguatan peran BUMN dalam distribusi Minyakita agar lebih efisien, merata, dan sesuai harga eceran tertinggi (HET). Itu sebabnya, Kemendag merevisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2024, yang mewajibkan produsen minyak goreng mendistribusikan minimal 35% dari total distribusi Minyakita kepada Bulog dan Id Food.
Selain menjaga pasokan, lanjut Budi, pemerintah mendorong pertumbuhan daya beli masyarakat lewat berbagai program seperti Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 10-16 Desember 2025, dan program Bina Diskon Nataru pada 18 Desember 2025-4 Januari 2026.
“Pada akhir tahun ini kita juga melakukan beberapa kegiatan yang bekerja sama dengan asosiasi, khususnya terkait dengan diskon akhir tahun. Diskon tersebut yaitu Harbolnas, bina diskon, dan epic sale,” ujarnya.