Airlangga Hartarto: Pemerintah Dorong Penerapan Ekonomi Hijau di Industri Keuangan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/iconomics
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pemeritah terus mendorong penerapan ekonomi hijau dalam industri keuangan. Di sektor perbankan pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan road map keuangan berkelanjutan tahun 2014.
Peta jalan tersebut menjadi kerangka acuan bagi lembaga keuangan untuk berperan aktif dan berkontribusi positif dalam pembangunan yang berkelanjutan. Selain itu, road map tersebut berisi capaian keuangan berkelanjutan dalam jangka pendek, menengah dan panjang.
“Kita patut mengapresiasi bahwa saat ini terdapat 15 bank yang tergabung dalam inisiatif keuangan berkelanjutan. Inisiatif keuangan berkelanjutan ini merupakan bentuk komitmen nyata dari industri perbankan untuk mendukung pembiayaan hijau,” kata Airlangga Hartarto dalam acara ‘Implementasi Bisnis Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan’ yang digelar Tempo, Senin (3/5).
OJK juga telah menerbitkan sejumlah regulasi untuk mendukung pembangunan berwawasan lingkungan di sektor keuangan. Regulator dan pengawas industri jasa keuangan ini telah menerbitkan POJK No.60 tahun 2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond).
Selanjutnya melalui sarat Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK No.14 tahun 2020 tentang dukungan perbankan dalam penerapan program percepatan kendaran bermotor listrik berbasis batrei, perbankan diminta untuk aktif mendorong program percepatan tersebut yang dicanangkan oleh pemerintah.
Airlangga mengatakan pengembangan industri hijau tentu saja tidak lepas dari beberapa kendala. Tantangan terbesar dalam menerapkan keuangan berkelanjutan adalah bagaiamana memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk menyelaraskan kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup.
“Oleh karenanya pemerintah terus menjalankan komitmen melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Kondisi pandemi saat ini tentunya menjadi momentum bagi kita untuk melanjutkan rencana penerapan berbagai kebijakan pemulihan ekonomi yang memperhatikan aspek keberlanjutan,” ujarnya.