Catat Pertumbuhan Laba Inti Rp593,1 Miliar, Dharma Polimetal Tbk  Siap Kembangkan Ekosistem EV

0
99

Emiten manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), menunjukkan ketahanan yang baik dalam menghadapi tantangan industri otomotif nasional. 

Pada tahun buku 2024, meskipun penjualan stabil di Rp5,5 triliun, DRMA berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih inti tahun berjalan sebesar 4,1% atau naik dari Rp569,6 miliar, setelah dikurangi negative goodwill atas akuisisi PT Trimitra Chitrahasta (TCH) di tahun 2023 (non-operational and non-recurring profit), menjadi Rp593,1 miliar di tahun 2024.

Segmen kendaraan roda dua (2W) menjadi pilar utama pertumbuhan DRMA, dengan penjualan mencapai Rp3,3 triliun, meningkat 11,9% YoY dimana total penjualan sepeda motor nasional hanya naik sebesar 1,5%. Dengan kontribusi sebesar 59% terhadap total penjualan, segmen ini tetap menjadi motor penggerak utama bagi DRMA di tahun 2024.

“Meskipun terjadi tren penurunan penjualan di industri otomotif sepanjang 2024, tetapi DRMA berhasil menunjukkan ketahanan yang baik. Kami membukukan kinerja penjualan dan laba yang lebih baik dari industri,” kata Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso.

Baca Juga :   Dharma Polimetal Tbk, Emiten Milik TP Rachmat Bukukan Laba Bersih  Rp412,1 Miliar

Irianto mengatakan ke depan, DRMA terus berupaya mencari sumber-sumber pertumbuhan baru yang tidak terlalu terpengaruh oleh naik turunnya penjualan otomotif, baik yang masih berhubungan dengan industri otomotif maupun di luar otomotif dengan memanfaatkan kompetensi yang sudah dimiliki maupun dengan menghasilkan inovasi baru. 

“Di samping itu, peluang untuk terus memperbaiki efisiensi melalui teknologi tepat guna dan otomasi akan membuat DRMA semakin kompetitif dan profitable,” katanya.

Selain segmen 2W, kinerja DRMA tahun 2024 juga didorong oleh penjualan ekspor dari PT Dharma Kyungshin Indonesia (DKI), perusahaan joint venture DRMA dengan Kyungshin Corporation. DKI mencatat penjualan sebesar Rp708,9 miliar, meningkat 103,6%.

DKI memulai ekspor ke Amerika Serikat dimulai pada Mei 2024. Dengan rekam jejak pengiriman yang konsisten, DKI optimis dapat meningkatkan pangsa pasar global serta membuka peluang ekspansi ekspor ke negara lain.

Untuk memaksimalkan peluang tersebut, DKI tengah membangun pabrik baru seluas 2,3 hektar dengan kapasitas 1,5 kali lipat dari yang sudah ada. Pabrik ini dijadwalkan selesai pada semester kedua 2025 dan diproyeksikan akan meningkatkan jumlah rata-rata kontainer ekspor per bulan.

Baca Juga :   Jaga Momentum Pertumbuhan, Dharma Polimetal Tbk Siapkan Akuisisi Perusahaan Malaysia

Demi menjaga pengembangan dan pertumbuhan bisnis DRMA agar semakin tangguh dan berkelanjutan, DRMA menatap peluang di sektor kendaraan listrik (EV). Perseroan secara proaktif mengembangkan komponen kendaraan listrik dan membangun ekosistem EV sendiri melalui Dharma Connect. 

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics