KAI Sebut 14 Orang Meninggal dan 84 Terluka Dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
Tangkapan layar Youtube, Dirut Len Industri Bobby Rasyidin/Ist
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat 14 orang meninggal dunia hingga pagi ini dalam kecelakaan kereta di Bekasi. Selain meninggal dunia, sebanyak 84 orang mengalami luka-luka.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan seperti RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Bobby melanjutkan, pihaknya juga telah mengamankan seluruh barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian. Seluruh barang tersebut berada di layanan lost and found KAI.
Pendataan dan pengelolaan barang, kata Bobby, dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian. KAI pun telah menyiapkan posko tanggap darurat, dan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban, dan penumpang.
Bagi keluarga korban yang ingin mendapat informasi lebih lanjut, ujar Bobby, dapat menghubungi contact center KAI 121. Untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik dan turun penumpang.
Perjalanan KRL, kata Bobby, dilayani hingga Stasiun Bekasi. Sementara jalur hilir telah dibuka untuk operasional kereta api dengan pengaturan terbatas.
Sedangkan Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menambahkan, pihaknya menyampaikan dukacita dan permohonan maaf kepada pelanggan dan keluarga korban.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik, keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan seluruh proses berjalan dengan kehati-hatian serta koordinasi yang kuat,” ujar Anne.