Kemenkeu Sebut 80% LPDP di Beberapa Bidang Ini sebagai Fondasi Indonesia Emas 2045
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita, Senin(23/2/2026).
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan 80% beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) difokuskan pada bidang industri strategis yakni pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), dan lainnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah terus mendorong talenta Indonesia sebagai fondasi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Karena itu, APBN diarahkan untuk mendukung berbagai agenda prioritas seperti penguatan ketahanan pangan dan energi, gizi masyarakat, pendidikan, serta kesehatan.
Berbagai program itu, kata Purbaya, dijalankan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. Kemudian, Kemenkeu pun memperkuat penyusunan kebijakan berbasis bukti melalui kolaborasi riset dengan perguruan tinggi.
Melalui Center for Public Finance Research, kata Purbaya, para peneliti bisa bekerja sama dengan unit-unit di lingkungan Kemenkeu. Hal itu dilakukan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih akurat, kredibel, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah mengajak perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri untuk memperkuat kolaborasi dalam menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional,” kata Purbaya dalam acara Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia di Jakarta, Minggu (28/6).
Selain itu, lanjut Purbaya, reformasi fiskal terus dilaksanakan secara konsisten hingga Mei 2026. Pendapatan negara menunjukkan peningkatan, dengan belanja negara yang dipercepat secara proporsional.
Menurut Purbaya, defisit APBN pun terjaga pada level yang aman, sehingga kesehatan fiskal nasional terjaga dengan baik.
“Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif, sehingga APBN mampu melindungi masyarakat dari berbagai risiko global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” kata Purbaya.