Gapki: Produksi, Konsumsi dan Ekspor Meningkat

0
9

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat produksi, konsumsi dan ekspor minyak sawit meningkat.

Produksi crude palm oil (CPO) bulan April 2026 mencapai 4.479 ribu ton atau naik 1,73% dari bulan sebelumnya 4.403 ribu ton. Produksi palm kernel oil (PKO) bulan April menurun menjadi 416 ribu ton dari 424 ribu ton di bulan Maret sehingga total produksi CPO dan PKO April 2026 mencapai 4.903 ribu ton lebih besar 1,70% dari bulan sebelumnya 4.821 ribu ton.

Dengan demikian, secara tahunan (YoY) sampai dengan April, produksi CPO dan PKO 2026 naik menjadi 20.461 ribu ton atau 13,43% lebih tinggi dari produksi 2025 sebesar 18.039 ribu ton.

Gapki juga menyampaikan total konsumsi dalam negeri mengalami kenaikan 1,23% dari 2.115 ribu ton di bulan Maret 2026 menjadi 2.141 ribu ton pada bulan April 2026. Kenaikan terjadi pada konsumsi oleokimia yang naik 6,79% menjadi 173 ribu ton dari 162 ribu ton pada bulan sebelumnya dan konsumsi biodiesel yang naik 7,67% menjadi 1.137 ribu ton dari 1.056 ribu ton pada bulan sebelumnya.

Baca Juga :   Menko Airlangga Berharap Bioavtur J2.4 Diujiterbangkan Pada Pesawat Komersial

Penurunan terjadi pada konsumsi pangan yang turun menjadi 831 ribu ton atau turun 7,36% dari bulan sebelumnya sebesar 897 ribu ton. Secara YoY sampai dengan April, konsumsi 2026 naik menjadi 8.666 ribu ton atau 6,06% lebih tinggi dari konsumsi 2025 sebesar 8.171 ribu ton.

Adapun total ekspor produk sawit pada bulan April 2026 naik menjadi 2.777 ribu ton atau 28,09% dari ekspor bulan Maret 2026 sebesar 2.168 ribu ton. Peningkatan ekspor terjadi pada CPO yang menjadi 153 ribu ton dari 96 ribu ton pada bulan sebelumnya (59,38%), pada olahan minyak sawit yang menjadi 2.041 ribu ton dari 1.506 ribu ton (35,52%), pada oleokimia yang menjadi 486 ribu ton dari 468 ribu ton (3,85%), dan pada olahan minyak inti sawit yang menjadi 97 ribu ton dari 94 ribu ton (3,19%). Secara YoY sampai dengan April, ekspor 2026 naik menjadi 11.324 ribu ton atau 20,26% lebih tinggi dari ekspor 2025 sebesar 9.416 ribu ton.

Baca Juga :   Harga CPO Meroket, Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) Bukukan Laba Bersih Rp1,8 Triliun

Demikian halnya, nilai ekspor produk sawit bulan April 2026 mengalami peningkatan dari US$2,61 miliar di bulan Maret menjadi US$3,38 miliar pada April atau naik sebesar 29,50%. Secara YoY sampai dengan April, nilai ekspor 2026 naik menjadi US$13,04 miliar atau 20,52% lebih tinggi dari tahun 2025 sebesar US$10,82 miliar.

Peningkatan nilai ekspor secara YoY terjadi karena meningkatnya volume ekspor dan juga karena harga rata-rata Januari-April 2026 sebesar US$1.408/ton Cif Rotterdam yang lebih tinggi dari rata-rata Januari-April 2025 sebesar US$1.211/ton Cif Roterdam.

Dengan stok awal April 2026 sebesar 2.568 ribu ton, produksi 4.903 ribu ton, konsumsi 2.141 ribu ton dan ekspor 2.777 ribu ton, maka stok di akhir April 2026 menjadi 2.558 ribu ton lebih kecil dari stok di akhir Maret 2026 sebesar 2.568 ribu ton.

Leave a reply

Iconomics