Bulog Sebut Stok Beras Capai 5,35 Juta Ton hingga 9 Agustus 2026

0
7
Reporter: Rommy Yudhistira

Perum Bulog menyebutkan stok beras sudah mencapai 5,25 juta ton per 9 Agustus 2026. Beras tersebut tersebar di jaringan gudang Bulog di seluruh Indonesia.

Direktur Pengadaan Bulog Prihasto Setyanto mengatakan, ketersediaan beras berasal dari akumulasi stok awal tahun, dan penyerapan gabah petani yang dilakukan sepanjang 2026.

Prihasto menyebutkan, pihaknya menguasai stok beras sekitar 3,36 juta ton pada 31 Desember 2025. Sementara pada 1 Januari-9 Agustus 2026, Bulog menyerap gabah petani yang jika dikonversikan setara beras mencapai 3,67 juta ton.

Jika diakumulasikan, kata Prihasto, Bulog mengelola stok beras sekitar 7 juta ton, sebelum memperhitungkan berbagai penyaluran, dan pergerakan stok selama periode tersebut.

“Namun dalam periode berjalan, Bulog juga menjalankan berbagai penugasan dan penyaluran sehingga stok yang tersedia per 9 Agustus berada sebanyak 5,25 juta ton,” kata Prihasto dalam keterangan resminya pada Selasa (11/8).

Soal penyaluran, kata Prihasto, Bulog telah mendistribusikan 1,78 juta ton beras untuk bantuan pangan, stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), dan penanganan bencana alam. Bsgitu pula untuk kebutuhan kementerian/lembaga termasuk ASN, TNI, Polri, Kemensos, pemerintah daerah, penjualan komersial, dan kebutuhan lainnya.

Baca Juga :   Dirut RNI: Holding BUMN Pangan Masuk Tahap Pembentukan Panitia Antar Kementerian

“Stok beras ini bergerak setiap hari karena Bulog menjalankan fungsi pelayanan pangan kepada masyarakat. Perputaran ini juga penting untuk memastikan perawatan stok berjalan dengan baik dan menjaga umur simpan beras yang berada di gudang. Jadi, angka stok hari ini harus dipahami sebagai posisi stok pada suatu waktu, bukan berarti seluruh beras tersebut diam dan tidak digunakan,” ujar Prihasto.

Bulog pun mencatat realisasi penyerapan gabah petani telah mencapai 3,67 juta ton setara beras hingga 9 Agustus 2026. Jumlahnya hampir mendekati target tahunan yakni sebesar 4 juta ton. Melihat kondisi itu, Bulog optimistis mampu menembus 4 juta ton hingga akhir September 2026.

“Kami optimistis target 4 juta ton dapat dicapai, dan dengan masih adanya potensi panen, kami terbuka untuk mencapai angka yang lebih tinggi hingga akhir tahun. Ini merupakan bagian dari komitmen Bulog untuk menjaga stok pangan nasional sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani dalam negeri,” katanya.

Leave a reply

Iconomics