Kemendag: Nilai Ekspor Nonmigas Capai US$ 24,39 M di Juni atau Naik 8,68% dari Mei 2026
– Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi menutup perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 Tahun 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Kabupaten Tangerang, Banten pada Minggu (19/10/2025)/Dok. Kemendag
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat nilai ekspor nonmigas mencapai US$ 24,39 miliar pada Juni 2026. Jumlahnya meningkat 8,68% dibandingkan Mei 2026 sebesar US$ 22,45 miliar.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, surplus nonmigas mencapai US$ 3,04 miliar pada Juni 2026. Capaian itu dinilai mampu mempersempit defisit neraca perdagangan total pada periode itu. Sebelumnya, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$ 1,61 miliar.
“Artinya, neraca perdagangan kita mulai membaik seiring dengan peningkatan ekspor. Kemendag akan terus mendorong peningkatan ekspor, termasuk melalui perluasan pasar ekspor dan pencetakan eksportir baru untuk menjaga surplus,” kata Budi dalam keterangan resminya pada Selasa (11/8).
Secara keseluruhan, kata Budi, total ekspor migas dan nonmigas mencapai US$ 25,46 miliar pada Juni 2026, naik 9,72% dibandingkan Mei 2026 sebesar US$ 23,20 miliar. Sedangkan total ekspor Januari-Juni 2026 tercatat sebesar US$ 140,81 miliar, naik 4,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 135,23 miliar.
Budi menambahkan, neraca perdagangan Januari-Juni 2026 tetap mencatat surplus senilai US$ 3,58 miliar. Surplus tersebut berasal dari perdagangan nonmigas sebesar US$ 19,35 miliar, dan perdagangan migas tercatat defisit US$ 15,77 miliar.
“Ekspor kita pada Januari-Juni 2026 tumbuh 4,13 persen dan secara kumulatif kita masih surplus sebesar US$ 3,58 miliar,” ujar Budi.
Masih kata Budi, pihaknya akan mengoptimalkan berbagai program prioritas untuk mendorong ekspor nasional. Pemerintah telah mengimplementasikan 25 perjanjian dagang dengan negara-negara mitra, dan 2 perjanjian sedang dalam proses ratifikasi, serta 13 lainnya dalam tahap perundingan.