Momentum Hari Game Indonesia, Kolaborasi Disebut Kunci Perkembangan Industri Ini

0
6
Reporter: Rommy Yudhistira

Hari Game Indonesia (Hargai) 2026 kembali hadir untuk memperkuat ekosistem dan keberlanjutan industri gim di Indonesia. Memasuki perjalanan satu dekade, Hargai 2026 mengangkat tema “We Will Fight: Perjuangan Kolektif untuk Eksistensi Game Lokal” dan diselenggarakan pada 8-9 Agustus 2026 di Garuda Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, pemerintah optimistis akan perkembangan subsektor aplikasi dan gim Indonesia. Karena itu, pentingnya kolaborasi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat industri, sekaligus memperluas akses gim Indonesia ke pasar global.

Sejalan dengan itu, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein mengatakan, perlu adanya pemberian ruang digital bagi karya lokal. Dengan demikian, para pembuat gim dapat mencoba, belajar, dan bersaing berdasarkan kualitas.

Sebagai penyedia layanan isi ulang hiburan digital di Indonesia, UniPin ikut ambil bagian dalam kolaborasi tersebut. CEO UniPin Ashadi Ang mengatakan, pihaknya berkomitmen memperkuat ekosistem gim lokal melalui pengembangan infrastruktur, akses terhadap pengguna, komunitas, hingga kolaborasi lintas industri.

Baca Juga :   AXA Mandiri Cetak Laba Bersih Rp 1 Triliun di 2019

Menurut Ashadi, salah satu tantangan yang perlu dijawab bersama adalah bagaimana membawa gim karya pengembang lokal tidak hanya terkenal di Indonesia. Juga berpeluang untuk berkembang di pasar internasional.

Karena itu, kata Ashadi, dibutuhkan infrastruktur yang mampu membantu publisher memahami karakteristik pasar, dan perilaku pengguna di berbagai wilayah.

“Ketika gim lokal masuk ke UniPin, kami sudah memiliki pemahaman mengenai user behavior. Misalnya, kapan pengguna melakukan top up dan bagaimana perilakunya. Ketika masuk ke pasar dengan zona waktu dan karakter pengguna yang berbeda, pendekatan untuk promosi juga harus menyesuaikan,” ujar Ashadi.

Pemahaman terhadap perilaku pengguna, kata Ashadi, menjadi modal bagi UniPin untuk membuka akses yang lebih luas bagi penerbit gim lokal. Terhadap itu, Ashadi mengibaratkannya dengan “karpet merah” yang diberikan kepada penerbit gim lokal agar memiliki jalan yang lebih terbuka untuk membawa karyanya ke pasar yang lebih luas.

“Infrastruktur yang sudah dibangun oleh UniPin selama 15 tahun diharapkan bisa menjadi jalan bagi karya-karya anak bangsa untuk berkembang dan naik daun di pasar global,” tambah Ashadi.

Baca Juga :   Asuransi Hanwha Tawarkan Produk Ini kepada Generasi Sandwich

UniPin, kata Ashadi, terus mendorong gim lokal melalui berbagai program. Misalnya dengan menghadirkan gim lokal di Games Corner Terminal 2 dan 3 Bandara Soekarno-Hatta. Kemudian, membawa gim lokal ke ajang Gameseed untuk membuka peluang pasar internasional.

“UniPin akan terus mendukung game publisher lokal dan mengintegrasikan mereka dengan ekosistem UniPin,” kata Ashadi.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics