Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Peluang Tetap Terbuka: Strategi Menjaga dan Mengembangkan Ketahanan Finansial
Michael T. Tjoajadi, Presiden Direktur Schoders Indonesia; Chatib Basri, Anggota Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia – Menteri Keuangan RI periode 2013-2014; dan Maria Rosalinda, Direktur Kepatuhan - Chief Risk & Compliance Officer Prudential Indonesia/Dok. Prudential
Ketidakpastian kini bukan lagi sebuah pengecualian, melainkan bagian dari realitas yang kita hadapi setiap hari. Perkembangan geopolitik, volatilitas pasar keuangan, perubahan arah kebijakan ekonomi global, hingga perkembangan teknologi yang begitu cepat terus memengaruhi dunia usaha maupun keputusan finansial masyarakat. Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak berarti peluang ikut menghilang. Di tengah berbagai tantangan tersebut, Indonesia dinilai masih memiliki fundamental ekonomi yang relatif kuat sehingga peluang untuk terus bertumbuh tetap terbuka bagi individu maupun keluarga yang mempersiapkan diri dengan strategi finansial yang tepat.
Di tengah dinamika global, ekonomi Indonesia masih menunjukkan resiliensi. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61% pada kuartal I 2026[1], sementara berbagai lembaga internasional masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 5% dalam beberapa tahun ke depan. Seiring dengan prospek tersebut, Chatib Basri, Anggota Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia, pada acara Risk Awareness Series 2026 yang diselenggarakan oleh Prudential Indonesia di Jakarta (22/7), mengingatkan bahwa berbagai tantangan global, seperti ketidakpastian geopolitik, volatilitas harga komoditas, pelemahan permintaan masyarakat, hingga tekanan terhadap nilai tukar dan pasar keuangan tetap perlu diantisipasi sebagai bagian dari dinamika ekonomi.
Menurut Chatib, “Ketidakpastian akan selalu menjadi bagian dari dinamika ekonomi. Yang membedakan adalah bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapinya. Selama fundamental ekonomi tetap terjaga dan kepercayaan pasar terus membaik, peluang untuk bertumbuh tetap terbuka. Situasinya memang tidak mudah, tetapi opportunity-nya ada.”
Dari perspektif investasi, Michael T. Tjoajadi, President Director Schroders Indonesia yang turut menjadi narasumber, menilai bahwa volatilitas pasar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari siklus ekonomi. Oleh karena itu, ketidakpastian tidak seharusnya menjadi alasan untuk menunda perencanaan investasi, melainkan momentum untuk memastikan strategi investasi tetap relevan dengan tujuan keuangan jangka panjang. Investor perlu membangun portofolio yang terdiversifikasi dan dikelola secara dinamis sesuai perubahan kondisi pasar. Pendekatan tersebut membantu mengurangi dampak volatilitas terhadap keseluruhan portofolio sekaligus menjaga kesempatan pertumbuhan aset dalam jangka panjang. Ia juga menilai bahwa kondisi pasar saat ini tetap menawarkan peluang bagi investor yang berfokus pada fundamental dan memiliki perspektif investasi jangka panjang.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Adit Trivedi, Chief Financial Officer Prudential Indonesia, menilai bahwa ketidakpastian seharusnya tidak dipandang sebagai sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan sebagai pengingat bahwa setiap individu perlu membangun ketahanan finansial sejak dini. “Di tengah dinamika ekonomi saat ini, kemampuan memahami dan mengelola risiko menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan jangka panjang. Bagi kami, keputusan yang baik lahir dari pemahaman risiko yang lebih baik dan mengombinasikan pertumbuhan aset dengan perlindungan yang tepat untuk mendukung individu dan keluarga dalam mengambil keputusan finansial yang lebih baik serta lebih siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan,” ujar Adit.
Pendekatan tersebut juga tercermin dalam strategi Prudential Indonesia melalui solusi perlindungan dan investasi yang menerapkan prinsip diversifikasi untuk membantu memenuhi kebutuhan Nasabah di berbagai kondisi pasar. Dengan mengombinasikan pengelolaan risiko, peluang pertumbuhan, dan perlindungan, Prudential Indonesia membantu Nasabah membangun portofolio yang lebih tangguh menghadapi berbagai dinamika ekonomi.
Lalu, strategi apa yang dapat dilakukan masyarakat agar tetap mampu menjaga sekaligus mengembangkan kondisi finansial di tengah ketidakpastian ekonomi? Berdasarkan pemaparan Chatib Basri dan Michael T. Tjoajadi, terdapat beberapa prinsip yang dapat menjadi pegangan dalam membangun ketahanan finansial di tengah dinamika ekonomi.
- Pertama, tetap berfokus pada tujuan keuangan jangka panjang. Ketidakpastian dan volatilitas pasar merupakan bagian dari siklus ekonomi. Maka dari itu, keputusan finansial tidak sebaiknya didorong oleh perubahan pasar dalam jangka pendek, melainkan tetap berorientasi pada tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam jangka panjang.
- Kedua, menyusun portofolio keuangan yang seimbang melalui tabungan, investasi jangka panjang, dan diversifikasi aset. Diversifikasi membantu mengurangi dampak gejolak pasar pada keseluruhan portofolio sehingga tujuan keuangan dapat tetap berjalan lebih stabil dalam jangka panjang. Seiring perubahan kondisi ekonomi, portofolio juga perlu dievaluasi secara berkala agar tetap selaras dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing individu.
- Ketiga, melengkapi perencanaan keuangan dengan perlindungan kesehatan dan jiwa sehingga risiko yang tidak terduga tidak mengganggu tujuan finansial keluarga. Dengan adanya perlindungan yang memadai, keluarga dapat lebih fokus pada pemulihan dan menjaga keberlangsungan rencana keuangan ketika menghadapi risiko kesehatan maupun risiko kehidupan lainnya.
Langkah-langkah tersebut menjadi semakin penting mengingat biaya kesehatan terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara harapan hidup masyarakat Indonesia juga semakin panjang. Perencanaan keuangan karena itu tidak lagi hanya berorientasi pada akumulasi aset, tetapi juga pada kemampuan mempertahankan kualitas hidup ketika menghadapi berbagai risiko di masa depan.
Di sinilah industri asuransi memiliki peran yang semakin strategis. Perlindungan finansial bukan hanya memberikan manfaat ketika risiko terjadi, tetapi juga memberikan rasa tenang sehingga masyarakat dapat tetap fokus menjalani kehidupan dan mewujudkan rencana jangka panjangnya.
Selama lebih dari tiga dekade, Prudential Indonesia berkomitmen untuk terus membantu masyarakat membangun ketahanan finansial melalui perlindungan jiwa dan kesehatan, inovasi layanan yang berpusat pada Nasabah, peningkatan literasi keuangan, serta penguatan tata kelola dan budaya manajemen risiko. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui Risk Awareness Series 2026, sebuah forum yang mempertemukan ekonom, regulator, dan praktisi industri untuk meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman risiko agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih percaya diri dalam menghadapi ketidakpastian. (**)
[1] Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026, Badan Pusat Statistik (BPS)