Bisnis Asuransi Jiwa Lesu pada Kuartal I-2023, Prudential Optimistis Tetap Tumbuh Positif Tahun Ini

0
365

Bisnis asuransi jiwa di Indonesia lesu sepanjang tiga bulan pertama tahun 2023 ini, melanjutkan tren yang sudah terjadi sejak tahun 2022 lalu. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan 56 perusahaan asuransi anggotanya mengalami penurunan sebesar 12,7% year on year (YoY). Penurunan ini ditengarai karena pelaku industri masih menyesuaikan diri dengan regulasi baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 5 Tahun 2022 tentang Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) ditengarai menghambat laju bisnis asuransi ini.

Dalam kondisi bisnis yang lesu ini, salah satu pemimpin pasar asuransi jiwa di Indonesia yaitu Prudential melalui PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah), optimistis tetap tumbuh positif pada tahun 2023 ini.

“Sepanjang tahun 2022 yang lalu, pertumbuhan premi gabungan Prudential Indonesia maupun Prudential Syariah, kami tumbuh sebesar 13% dan kami juga ingin bisa terus menjaga momentum pertumbuhan ini, dan didukung dari produk-produk yang baru. Dengan semua tantangan yang ada di tahun 2023 ini, kami berharap bisa terus menjaga momentum dari pertumbuhan dari tahun sebelumnya,” ujar Karin Zulkarnaen, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia di Grand Hyatt Jakarta, Jumat (26/5).

Baca Juga :   Presiden Direktur Pensiun Dini, Prudential Indonesia Bakal Memiliki Presdir Baru

Optimisme Karin bukan tanpa alasan. Ruang pertumbuhan industri asuransi di Indonesia masih sangat besar. “Karena saat ini masyarakat Indonesia masih banyak yang belum memiliki asuransi. Dari populasi Indonesia lebih dari 275 juta, baru sekitar 87 juta yang memiliki produk asuransi jiwa. Karena itu, kami terus menambah inovasi pilihan produk-produk asuransi yang bisa dipilih oleh masyarakat agar lebih banyak masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap asuransi jiwa,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Chief Financial Officer Prudential Syariah Paul Setio Kartono mengatakan Prudential Syariah memiliki beberapa strategi untuk tetap menjaga pertumbuhan.

Pertama, terus berinovasi menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan customer. Kedua, melakukan digitalisasi untuk mempermudah proses interaksi antara perusahaan dan customer. Ketiga, berkolaborasi. “Karena produk asuransi akan lebih baik dipasarkan dengan pendekatan kolaborasi, salah satunya kami telah menjalin kolaborasi pada 2022 lalu dengan PBNU,” ujar Paul.

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) baru saja meluncurkan dua produk unit link anyar yaitu Asuransi Jiwa PRULink NextGen (PRULink NextGen) dan Asuransi Jiwa PRULink NextGen Syariah (PRULink NextGen Syariah). Selain untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan proteksi sekaligus investasi, kedua produk ini juga merupakan jawaban Prudential atas diterbitkannya Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 5 Tahun 2022 tentang Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI).

Baca Juga :   Dengar Keluhan Wanda Hamidah, Prudential Janji Evaluasi soal Perlindungan Asuransinya

Karin mengatakan Prudential tak khawatir SEOJK ini menggerus bisnis asuransi terutama produk PAYDI atau unit link. Ia mengakui memang pelaku industri asuransi membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan ketentuan baru ini. Aturan baru ini menurutnya lebih baik daripada regulasi sebelumnya karena mengutamakan transparansi.

“Di Prudential kami satu tahun lebih mempersiapkan peluncuran produk ini dan kemudian kami menyiapkan seluruh tenaga pemasaran kami untuk mengikuti pelatihan ulang mengenai produk ini karena produk maupun caranya sudah kami adaptasikan dengan regulasi baru,” ujarnya.

“Saya melihat peraturan ini tidak menghambat (binsis unit link), justru malah lebih baik karena berada di sisi nasabah, mengutamakan transparansi dan mewajibkan perusahaan asuransi menjelaskan lebih detail produk fitur hingga biaya-biaya dan ini sangat melindungi nasabah untuk jangka panjang,” tambahnya.

Leave a reply

Iconomics