Penyaluran Stimulus Ekonomi Semester II Rp 26,34 T Dilakukan Bertahap hingga Akhir 2026
Pemerintah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 26,34 triliun untuk stimulus ekonomi pada Semester II/2026. Stimulus tersebut akan disalurkan secara bertahap hingga akhir 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, stimulus yang disalurkan terdiri atas insentif transportasi sebesar Rp 2,04 triliun, anggaran magang dan vokasi Rp 6,26 triliun, dan bantuan pangan sebesar Rp 18,04 triliun.
“Ini kami sudah bahas secara lintas kementerian dan juga sudah mendapat arahan dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Jadi total stimulus yang dikeluarkan pemerintah di Semester II (2026) sekitar Rp 26,34 triliun,” kata Airlangga dalam keterangan resminya di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6).
Dari jumlah itu, kata Airlangga, pemerintah memberikan insentif penetapan tarif khusus PPh final royalti sebesar 1,5% bagi penulis nasional. Kemudian, diskon transportasi periode libur sekolah, yang terdiri atas potongan tarif kereta api sebesar 30% periode 20 Juni-5 Juli 2026.
Ada pula potongan tarif 30% untuk kapal Pelni periode 20 Juni-15 Agustus 2026. Dan, gratis tarif jasa kepelabuhan yang dikelola ASDP pada 20 Juni-5 Juli 2026. Tercatat total diskon transportasi libur sekolah sebesar Rp 190,5 miliar.
Selanjutnya, diskon transportasi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yakni diskon tarif 30% untuk kereta api periode 22 Desember 2026-4 Januari 2027. Diskon 30% kapal Pelni pada 17 Desember 2026-10 Januari 2027. Juga pembebasan tarif jasa kepelabuhan ASDP periode 22 Desember 2026-10 Januari 2027. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 161,4 miliar.
Selanjutnya, kata Airlangga, insentif transportasi udara pada Nataru yakni dengan pemberian subsidi penuh PPN DTP untuk tiket pesawat kelas ekonomi penerbangan domestik. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 722 miliar.
Untuk mendukung industri, kata Airlangga, pemerintah membebaskan bea masuk nol% untuk LPG dan bahan baku plastik. Juga memberlakukan penurunan bea masuk impor suku cadang pesawat.
Dari sisi sumber daya manusia, ujar Airlangga, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 4,14 triliun untuk program magang, dengan total 150 ribu peserta. Selanjutnya, sebesar Rp 2,12 triliun untuk pelatihan vokasi, dengan target peserta mencapai 220 ribu peserta lulusan SMK, dan 50 ribu pekerja terdampak PHK.
Masih soal stimulus, kata Airlangga, pemerintah akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 17,54 triliun untuk bantuan beras 10 kilogram (kg) yang dimulai pada Juli 2026. Ada sekitar 33,24 juta penerima manfaat yang mendapat bantuan beras selama 3 bulan.
Berikutnya, bantuan stabilisasi harga dan pasokan pangan (SPHP) untuk pengrajin tahu/tempe. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk bantuan tersebut. Adapun skema yang digunakan yakni pemberian stimulus paling tinggi Rp 2.000 per kg dengan total kuota 250 ribu ton pada tahap pertama. Pemberian stimulus berlaku di daerah yang harga kedelainya di atas harga acuan pembelian.
“Kita perlu terus menjaga ekonomi domestik, dan kita juga harus menjaga dengan langkah-langkah proaktif untuk mencegah, dan mengantisipasi risiko eksternal yang muncul,” ujar Airlangga.