Hashim Djojohadikusumo Tidak Jadi Menteri tapi Ikut Susun Program Ekonomi Prabowo-Gibran

0
157
Reporter: Rommy Yudhistira

Sebagai adik kandung presiden terpilih Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo memastikan diri tidak akan menjadi menteri dalam kabinet pemerintah baru nanti. Kendati begitu, Hashim mengaku sebagai anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, ikut membantu menyusun program dan konsep pemerintahan Prabowo-Gibran kelak.

“Saya tidak ada niat dan saya kira yang cukup saya ikut menyusun-menyusun konsep pemerintahan yang akan datang,” kata Hashim dalam acara Sarasehan Kadin di Menara Kadin, Jakarta, Senin (7/10).

Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie bersama Ketua Dewan Penasehat Kadin, Hashim Djojohadikusumo pada acara sarasehan Kadin bersama Hashim Djojohadikusumo/Dok. Iconomics

Hashim mengatakan, pihaknya bersama tim ikut menyusun beberapa program seperti makan bergizi gratis, program perumahan, program rumah sakit, dan program lainnya. Pemerintahan baru nantinya akan memberi stimulus dalam rangka mendukung jalannya rencana tersebut.

Terkait beberapa program itu, kata Hashim, sumber dananya berasal dari adanya kebocoran di berbagai sektor yang masih terjadi saat ini, sehingga menjadi perhatian khusus pemerintahan Prabowo-Gibran. Dengan menutup keran kebocoran itu, pemerintahan Prabowo dapat memberikan stimulus untuk programnya nanti.

Baca Juga :   Kebijakan Presiden Prabowo Hapus Utang Petani, Nelayan dan UMKM Dinilai Bisa Dongkrak Kesejahteraan Rakyat

“Kebocoran luar biasa dan kita sudah tahu dari mana. Maka, nanti kebocoran-kebocoran akan ditutup. Saya tidak bisa bicara sekarang, nanti Oktober (2024), setelah 20 (pelantikan) kalian akan tahu, ada program-program untuk menutup kebocoran ini,” ujar Hashim.

Soal badan/lembaga penerimaan negara, kata Hashim, Prabowo akan membentuk kementerian khusus terkait itu untuk memaksimalkan penerimaan negara baik dari sisi pajak maupun pendapatan negara bukan pajak (PNBP). Lewat kementerian itu, pemerintahan Prabowo-Gibran menargetkan penerimaan negara menjadi 23% dari produk domestik bruto (PDB).

“Menterinya sudah ada, di situ jelas pemerintahan Prabowo-Gibran akan menuju penerimaan negara menjadi 23% dari PDB, itu dari tim saya. Kenapa? Saya dan tim sudah ketemu dengan Bank Dunia 7 kali. Kita dapat data-data dari Bank Dunia,” katanya.

Leave a reply

Iconomics