Laba Bersih Danamon Naik 33% pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh 12%

Danamon akan terus mengoptimalkan sinergi bersama MUFG Group melalui seluruh lini bisnis, yakni Enterprise Banking and Financial Institution (EBFI), SME Banking, Consumer Banking, serta anak perusahaan.
0
9

PT Bank Danamon Indonesia Tbk membukukan kinerja keuangan yang positif sepanjang semester I 2026. Perseroan mencatat laba bersih konsolidasian setelah pajak dan kepentingan nonpengendali sebesar Rp2,4 triliun, meningkat 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Chief Financial Officer Danamon, Theresia Adriana Widjaja, dalam paparan kinerja keuangan semester I 2026, menyampaikan bahwa Danamon membukukan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp230,1 triliun pada semester I 2026, tumbuh 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit di seluruh lini bisnis, yakni Enterprise Banking and Financial Institution (EBFI), SME Banking, Consumer Banking, serta anak perusahaan.

Dari sisi penghimpunan dana, Danamon mencatat total dana pihak ketiga (DPK) dalam bentuk giro, tabungan (CASA), dan deposito secara konsolidasian sebesar Rp181,7 triliun, meningkat 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, selain laba bersih yang tumbuh signifikan, laba operasional sebelum pencadangan (Pre-Provision Operating Profit/PPOP) secara konsolidasian tercatat sebesar Rp5,9 triliun, meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut mencerminkan kinerja pendapatan operasional yang tetap solid.

“Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan serta didukung oleh perbaikan kualitas kredit, yang tercermin dari penurunan biaya kredit (cost of credit) sebesar 12% year on year,” papar Theresia.

Baca Juga :   Bidik Investor Jangka Menengah hingga Panjang, Bank Danamon dan BNP Paribas AM Luncurkan BNP Paribas IDX Growth30

Dari sisi rentabilitas, Danamon membukukan Net Interest Margin (NIM) konsolidasian sebesar 8,1%.

Danamon, lanjut Theresia, terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnisnya. Hal tersebut tercermin dari kualitas aset yang tetap terjaga dengan baik pada semester I 2026. Rasio Loan at Risk (LAR), yang mencerminkan kredit dengan potensi peningkatan risiko, termasuk kredit yang telah direstrukturisasi, membaik 263 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 7,8%. Pada saat yang sama, rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross tercatat sebesar 1,7%, membaik 33 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, NPL Coverage Ratio mencapai 282,4%, sedangkan LAR Coverage Ratio meningkat 795 basis poin secara tahunan (year on year) menjadi 59,9%.

Kualitas aset tersebut didukung oleh kondisi likuiditas dan permodalan yang tetap kuat. Liquidity Coverage Ratio (LCR) Danamon tercatat sebesar 134,8%, Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 112,3%, serta Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Konsolidasi sebesar 22,3%.

Prospek hingga Akhir Tahun

Direktur Utama Danamon Nobuya Kawasaki​ mengatakan kinerja positif di tengah ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar ditopang oleh konsistensi Danamon dalam merealisasikan fokus strategis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem finansial grup. Salah satu aksi korporasi yang dilakukan adalah penyertaan modal pada PT Home Credit Indonesia yang menjadikan Danamon sebagai pemegang saham pengendali HCI.

Baca Juga :   Laba Bersih Darya-Varia Naik 7% di 2024, Target Tahun 2025?

“Kami optimis melewati paruh kedua tahun ini dengan fondasi finansial kuat dan manajemen risiko yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta didukung oleh MUFG sebagai perusahaan induk, anggota grup perusahaan, dan para mitra strategis untuk memberikan solusi finansial holistik kepada nasabah dan seluruh pemangku kepentingan Danamon, serta terus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia,” kata Nobuya.

Theresia mengatakan Danamon berkomitmen untuk terus menjaga pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026 sejalan dengan pertumbuhan industri. Upaya tersebut akan didukung dengan memastikan kualitas aset tetap terjaga.

Danamon, katanya, terus memantau berbagai tantangan yang dihadapi sektor perbankan sepanjang 2026, termasuk perkembangan kondisi sosial ekonomi, likuiditas, tingkat suku bunga, serta perubahan preferensi dan kebutuhan nasabah.

Untuk menopang pertumbuhan kredit, Danamon akan terus mengoptimalkan sinergi bersama MUFG Group melalui seluruh lini bisnis, yakni Enterprise Banking and Financial Institution (EBFI), SME Banking, Consumer Banking, serta anak perusahaan.

Perseroan juga memperkuat sejumlah ekosistem bisnis yang menjadi fokus, seperti otomotif, haji dan umrah, FMCG, serta kerja sama di sektor real estat Jepang.

“Kami juga terus berkomitmen untuk selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian dan terus menjaga perbaikan proses dan penyaluran kredit kepada nasabah,” ujarnya.

Baca Juga :   Dorong Bisnis Konsumer, Danamon Layani Pengajuan Kartu Kredit 1 Menit

Sebagai catatan, Danamon menjelaskan bahwa laporan keuangan yang disampaikan telah memperhitungkan dampak dua transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 338.

Kedua transaksi tersebut meliputi penggabungan usaha antara PT Mandala Multifinance Tbk dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk yang efektif pada 1 Oktober 2025, serta akuisisi tambahan 9,82% saham PT Home Credit Indonesia (HCI) dari PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk yang efektif pada 24 Juni 2026.

Sesuai ketentuan PSAK 338, sejumlah angka pembanding periode sebelumnya telah disajikan kembali (restated) seolah-olah kedua transaksi tersebut telah terjadi sejak entitas-entitas terkait berada dalam pengendalian yang sama. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk meningkatkan keterbandingan kinerja keuangan antarperiode dan merupakan penyesuaian akuntansi dalam penyajian laporan keuangan.

Karena itu, laporan keuangan periode pembanding yang disajikan pada paparan kinerja semester I 2026 dapat berbeda dengan yang sebelumnya telah dipublikasikan. Meski demikian, Danamon menegaskan penyesuaian tersebut tidak mengubah kinerja maupun manfaat ekonomi perseroan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics