United Tractors Catat Pendapatan Bersih Sebesar Rp58,3 Triliun hingga Semester I-2026

0
7

PT United Tractors Tbk (UT) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp58,3 triliun secara konsolidasi hingga semester I tahun 2026. Pendapatan tersebut turun sebesar 15% dari Rp68,5 triliun pada periode yang sama di tahun 2025.

Salah faktor utama yang menggerus pendapatan tersebut karena penjualan emas yang lebih rendah di PT Agincourt Resources, serta penurunan kinerja pada segmen Alat Berat dan Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi sebagai dampak alokasi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah.

Namun demikian, terjadi peningkatan pendapatan dari sektor Kontraktor Penambangan yang terutama didorong oleh penguatan kurs dolar Amerika Serikat.

Manajemen UT juga menyampaikan laba bersih Perseroan tidak termasuk nonrecurring items turun 48% menjadi Rp4,3 triliun, terutama karena penjualan emas yang lebih rendah dari PT Agincourt Resources dan penurunan pendapatan yang sebagian besar mencerminkan dampak dari alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah. Penjualan emas yang lebih rendah dari Tambang Emas Martabe disebabkan oleh penghentian sementara operasional tambang tersebut. Tambang Emas Martabe telah kembali melanjutkan operasinya pada periode pelaporan kuartal kedua.

Baca Juga :   AGIT Tangani Migrasi United Tractors ke SAP S/4HANA berbasis Cloud Azure Microsoft

Selama semester pertama tahun 2026, Perseroan mencatat non-recurring items senilai Rp3,3 triliun, terutama terdiri dari penurunan nilai atas Supreme Geothermal Energy dan pembayaran terkait kegiatan sebelumnya di kawasan hutan, sehubungan dengan Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan (PPKH) di Tambang Nikel Stargate.

Secara terperinci, UT menyampaikan pada segmen usaha Alat Berat mencatat penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 27% menjadi 1.994 unit terutama disebabkan oleh penurunan penjualan big machine di sektor pertambangan sebesar 55% menjadi 325 unit, dampak dari alokasi RKAB batu bara nasional yang lebih rendah.

Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat sedikit meningkat dari Rp5,4 triliun pada semester pertama tahun lalu menjadi Rp5,5 triliun. Total pendapatan bersih dari segmen Alat Berat turun 28% menjadi Rp15,0 triliun.

Untuk segmen usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining), tercatat sampai dengan semester pertama tahun 2026, PAMA Grup mencatatkan volume pekerjaan pemindahan tanah yang lebih rendah sebesar 10% menjadi 481 juta bcm dan volume produksi batu bara untuk para kliennya turun 3% menjadi 67 juta ton dengan rata-rata stripping ratio sebesar 7,2x, mengikuti penyesuaian target produksi klien sesuai dengan RKAB yang telah disetujui. Total pendapatan bersih dari segmen Kontraktor Penambangan naik 4% menjadi Rp27,2 triliun yang terutama disebabkan karena penguatan kurs USD.

Baca Juga :   United Tractors Bagikan Dividen Tunai Sebesar Rp7,8 Triliun

Pada segmen usaha Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi yang dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources) mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 6,0 juta ton (termasuk 1,6 juta ton batu bara metalurgi), turun 10% dari periode yang sama di tahun 2025. Pendapatan segmen usaha Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi turun sebesar 4% menjadi Rp12,9 triliun, sejalan dengan penurunan volume penjualan batu bara.

Pada segmen usaha Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 66% menjadi Rp2,4 triliun, terutama disebabkan oleh penurunan penjualan emas sebesar 82%. Usaha pertambangan emas Perseroan dioperasikan oleh PT Agincourt Resources dan PT Sumbawa Jutaraya mencatatkan total penjualan setara emas sebesar 23 ribu ons sampai dengan semester pertama tahun 2026 dibandingkan tahun lalu sebesar 125 ribu ons. Adapun dari PT Stargate Pasific Resources mencatatkan penjualan bijih nikel sebesar 886 ribu wet metric ton (wmt) sampai dengan semester pertama tahun 2026, yang terdiri dari 260 ribu wmt saprolit dan 626 ribu wmt limonit.

Leave a reply

Iconomics