OCBC Catat Laba Bersih Rp2,7 Triliun di Semester I-2026
RUPST OCBC setujui pembagian dividen/Dok. OCBC
PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) membukukan laba bersih Rp2,7 triliun pada semester I tahun 2026. OCB menyebut juga total pendapatan meningkat sebesar 6% YoY menjadi Rp6,9 triliun. Adapun beban operasional lainnya meningkat 1% YoY menjadi Rp3,1 triliun. Total aset OCBC juga meningkat 11% menjadi Rp329,5 triliun. Total ekuitas tumbuh 8% menjadi Rp44,4 triliun.
“Kinerja yang positif pada semester pertama tahun ini semakin memperkuat fondasi OCBC untuk terus bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Kami terus meningkatkan kapabilitas dalam melayani kebutuhan nasabah, termasuk wealth management yang terus berkembang di Indonesia,” kata Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja dalam keterangannya.
Menurutnya, dengan kapabilitas yang semakin terintegrasi dan didukung kekuatan ekosistem Grup OCBC, pihaknya berfokus menjadi mitra keuangan jangka panjang bagi nasabah dalam mengelola dan menumbuhkan aset secara berkelanjutan.
Per Juni 2026, tingkat kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 23,1% dan rasio kecukupan likuiditas (liquidity coverage ratio/LCR) sebesar 233,2%. Sehingga, memberikan ruang yang memadai bagi Bank untuk terus mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
OCBC juga menyampaikan kualitas aset OCBC tetap terjaga dengan Kredit Bermasalah Bruto (NPL gross) yang terjaga di level 1,9% dan Loan at Risk (LaR) membaik menjadi 4,8% dari 5,5% pada tahun sebelumnya dengan pencadangan NPL yang memadai sebesar 230,0%.
Hingga Juni 2026, total kredit meningkat sebesar 11% YoY menjadi Rp185,3 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan total Dana Pihak Ketiga sebesar 11% YoY, mencapai Rp239,9 triliun. Perkembangan tersebut didorong oleh dana giro dan tabungan (CASA) menjadi Rp145,2 triliun atau meningkat 26% YoY dengan rasio CASA meningkat menjadi 60,5% yang mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus kuat terhadap OCBC.