Pemerintah Indonesia Dorong Industri MICE Perkuat Integrasi Business Travel dan Leisure Travel

0
6

Pemerintah melihat segmen industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) memiliki peran strategis dalam mendorong aktivitas ekonomi melalui penyelenggaraan pertemuan, perjalanan, konvensi, dan pameran berskala nasional maupun internasional. Penguatan ekosistem MICE dan industri event mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian melalui peningkatan aktivitas pariwisata, investasi, perdagangan, serta penciptaan lapangan kerja.

“Terlepas dari ketidakpastian dan situasi global yang sulit diprediksi, Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,61% pada kuartal pertama. Dan sektor pariwisata, yang didukung oleh penyediaan akomodasi serta penyediaan makan dan minum, memimpin pertumbuhan sektoral dengan angka dua digit, yaitu 13,14%,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) 2026.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa sektor pariwisata terus menunjukkan kinerja positif. Pada Mei 2026, Indonesia mencatat kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 1,38 juta kunjungan dan sekitar 106,16 juta perjalanan wisatawan nusantara, yang keduanya meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Menko Airlangga, perkembangan industri penyelenggaraan event global juga menunjukkan adanya pergeseran pasar menuju perpaduan antara kegiatan bisnis dan wisata atau bleisure, bukan sekadar perjalanan wisata. Bleisure sendiri adalah gabungan dari perjalanan bisnis (business travel) dan liburan (leisure travel), di mana seseorang memperpanjang masa tinggalnya di suatu tempat untuk menikmati waktu luang atau berwisata sebelum maupun sesudah urusan kerja. Pergeseran tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mengintegrasikan penyelenggaraan event dengan berbagai destinasi unggulan, sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi sektor pariwisata sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

Baca Juga :   Bosnia dan Herzegovina Membuka Lebar Pintu Masuk Komoditi Minyak Sawit Asal Indonesia

Pemerintah terus mendorong transformasi sektor pariwisata melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna menghadirkan pengalaman wisata yang lebih inovatif, personal, dan berdaya saing. Salah satunya yakni melalui program Pariwisata 5.0.

“Melalui program unggulan Pariwisata 5.0 kami, Indonesia terus mempercepat transformasi digital di sektor pariwisata. Tahun lalu, kami meluncurkan MaiA, sebuah perencana perjalanan berbasis AI melalui Indonesia.travel, yang mempermudah penemuan destinasi sekaligus menjadikan proses perencanaan perjalanan lebih lancar dan personal,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Pariwisata 5.0 (Tourism 5.0) merupakan pendekatan pengembangan pariwisata yang mengintegrasikan teknologi digital, AI, dan pemanfaatan data untuk menghadirkan pengalaman berwisata yang lebih personal, berkualitas, dan berkelanjutan dengan tetap berpusat pada kebutuhan wisatawan. Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Kementerian Pariwisata menghadirkan MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia) sebagai asisten perjalanan digital yang membantu wisatawan memperoleh rekomendasi destinasi dan menyusun rencana perjalanan secara lebih mudah dan personal. Selain itu, Kementerian Pariwisata juga mengembangkan Event by Indonesia (EBI) sebagai platform digital nasional yang menjadi pusat informasi dan basis data penyelenggaraan event, mulai dari MICE, seni budaya, olahraga, hingga kegiatan pariwisata di seluruh Indonesia.

Baca Juga :   Menko Airlangga: Pemerintah Mengakselerasi Pemulihan Pariwisata Lewat Sejumlah Program

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto juga menambahkan bahwa pengembangan industri event dan MICE menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata.

“Pengembangan industri event dan MICE dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi sekaligus pengungkit daya saing pariwisata Indonesia. Untuk itu, Pemerintah terus mendorong penguatan konektivitas, pengembangan destinasi berbasis event, dan pemanfaatan AI guna mendukung terwujudnya Indonesia sebagai pusat MICE global,” kata Jubir Haryo.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics