AAJI Dorong Generasi Muda Bangun Aset dan Siapkan Masa Depan Finansial Sejak Dini
Wianto Chen, Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI saat membuka acara Smart Financial Day 2026 di UNAIR.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong generasi muda untuk mulai mempersiapkan masa depan finansial sejak dini melalui Smart Financial Day, yang menjadi bagian dari rangkaian Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026 di Surabaya.
Mengangkat tema “Preparing Long-term Assets Now!”, kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya mengelola keuangan, membangun aset, serta mempersiapkan perlindungan finansial sejak masa perkuliahan.
Smart Financial Day juga menjadi bagian dari komitmen AAJI dalam mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Melalui kegiatan ini, AAJI ingin mengajak generasi muda memahami bahwa membangun masa depan finansial tidak harus menunggu hingga lulus, mendapatkan pekerjaan, atau memiliki penghasilan tetap, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan dan keputusan finansial yang dibangun sejak sekarang.
“TADEA tidak hanya menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para insan distribusi asuransi jiwa atas kinerja dan kontribusinya terhadap industri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Melalui Smart Financial Day, kami ingin mengajak generasi muda mulai membangun fondasi finansial, sehingga mereka lebih siap menghadapi berbagai tantangan dan peluang di masa depan,” ujar Ketua Panitia TADEA 2026, Antonius Probosanjoyo dalam keterangan pers, Kamis (13/8).
Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI, Wianto Chen, menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda di tengah semakin mudahnya akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat masyarakat, khususnya generasi muda, dapat melakukan transaksi dan mengakses produk keuangan hanya melalui beberapa langkah sederhana. Kemudahan tersebut, seperti transaksi melalui scan QR maupun penggunaan layanan paylater, perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai cara mengelola keuangan.
“Karena itu, generasi muda tidak hanya perlu memiliki akses, tetapi juga pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan. Waktu terbaik mulai mempersiapkan masa depan finansial bukan setelah lulus, mendapatkan pekerjaan pertama, atau memiliki gaji besar. Masa depan finansial kita dimulai dari kebiasaan, pola pikir, dan keputusan yang kita buat hari ini,” ujar Wianto.
Smart Financial Day menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi, yaitu dr. Tirta Mandira Hudhi, MBA, Atta Alva Wanggai dari AXA Mandiri, dan Rizki Ramdhani dari Prudential Indonesia.
dr. Tirta, yang dikenal sebagai dokter, entrepreneur, dan figur publik yang dekat dengan generasi muda, berbagi pengalaman serta perspektif praktis mengenai pentingnya membangun financial mindset dan kebiasaan finansial yang sehat. Ia juga membahas pentingnya mempersiapkan diri menghadapi ketidakpastian dunia kerja, perkembangan kebutuhan dan kenaikan harga barang, serta strategi mengembangkan kompetensi diri sebagai persiapan menuju masa depan finansial yang lebih baik.
Sementara itu, Atta Alva Wanggai dari AXA Mandiri membagikan sejumlah langkah praktis bagi mahasiswa untuk mulai mempersiapkan masa depan finansial. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan, mengelola alokasi penghasilan, membangun aset secara konsisten melalui instrumen yang sesuai, serta melindungi diri dari berbagai risiko. Ia juga menekankan pentingnya mempersiapkan dana darurat bagi mahasiswa yang belum memiliki penghasilan tetap, karena kebutuhan mendadak dapat terjadi kapan saja.
Rizki Ramdhani dari Prudential Indonesia membagikan perspektif mengenai pentingnya cerdas finansial di era digital, khususnya bagi generasi Z. Dalam paparannya, ia membahas pentingnya memahami asuransi sebagai bagian dari pengelolaan risiko dan perlindungan finansial, seperti manfaat asuransi kesehatan, jiwa, dan umum serta perbedaan produk asuransi tradisional dan PAYDI. Selain itu, ia juga memperkenalkan Levela, platform edukasi keuangan digital yang membantu masyarakat meningkatkan pengetahuan, kepercayaan diri, dan keterampilan dalam mengelola keuangan.
Lebih jauh, pemahaman mengenai perencanaan dan perlindungan finansial sejak dini juga dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi potensi beban generasi sandwich di masa depan. Dengan membangun aset dan menyiapkan perlindungan sejak sekarang, generasi muda dapat memiliki fondasi finansial yang lebih kuat untuk memenuhi kebutuhan diri sekaligus menghadapi kebutuhan keluarga di masa mendatang. Langkah ini pada akhirnya turut membangun ketahanan finansial antar-generasi.
Kegiatan literasi ini turut didukung oleh PT AXA Mandiri Financial Services; PT Prudential Life Assurance; PT Asuransi Allianz Life Indonesia; PT Asuransi BRI Life; PT Prudential Sharia Life Assurance; AJB Bumiputera 1912; PT Infolife Pensiontama; PT Asuransi Ciputra Indonesia; PT Asuransi Jiwa Taspen; PT Asuransi Jiwa IFG; PT Great Eastern Life Indonesia; PT Pacific Life Insurance; dan PT Asuransi Jiwa BCA.