Kredit Bank Mandiri Masih Tumbuh di Triwulan II, Apa Strategi ke Depan?
Jajaran direksi Bank Mandiri usai paparan kinerja kuartal II tahun 2020, Rabu (19/08/2020)/Dok. Bank Mandiri
“Pertumbuhan Bank Mandiri juga didukung oleh pondasi keuangan yang kuat dengan pencapaian LFR (Loan to Funding Ratio) sebesar 85,70% dan CAR (Capital Adequacy Ratio) di level 19,20%,” tambahnya.
Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi pada triwulan II 2020 mencapai 15,82% secara yoy menjadi Rp 976,6 triliun, dimana komposisi dana murah mencapai 61,9%.
Adapun total nilai aset konsolidasi meningkat 10,02% secara yoy mencapai Rp1.359,4 triliun dan laba bersih konsolidasi perseroan pada triwulan II tahun 2020 mencapai Rp10,3 triliun.
Royke menjelaskan di tengah masa pandemi saat ini, perseroan memiliki 3 fokus utama. Pertama, mendorong pertumbuhan melalui melalui penyaluran kredit yang selektif, aktif berkontribusi dalam penyaluran kredit dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan restrukturisasi debitur yang terdampak pandemi.
“Dengan telah dilonggarkannya kebijakan pembatasan ini, kami berharap apa yang kami lakukan dapat ikut memulihkan denyut nadi perekonomian Indonesia dan mengembalikan optimisme Bangsa Indonesia untuk bangkit dari krisis akibat pandemi coronavirus,” ujar Royke.
Kedua, menerapkan efisiensi biaya dengan fokus pada peningkatan produktivitas kerja dan penurunan biaya operasional dimana secara kuartal biaya operasional mengalami penurunan sebesar 8,7%. Ketiga, meningkatkan akselerasi digital banking untuk menjaga kinerja antara lain dengan terus meningkatkan pengguna aktif Mandiri Online, dimana sampai Juni 2020 pengguna aktif telah mencapai 3,8 juta dengan nilai transaksi yang tumbuh 43% secara yoy.
Ke depan, Royke menegaskan bahwa pihaknya akan terus memastikan strategi pertumbuhan yang konservatif melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan analisis sektor yang cermat dalam penyaluran kredit dengan pencapaian rasio kredit bermasalah Bank Mandiri di level 3,28%.
“Untuk mengantisipasi potensi ketidakpastian ekonomi ke depan, kami juga membangun pencadangan untuk memastikan terjaganya kualitas aset. Per Juni 2020, rasio coverage cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) konsolidasi kami berada di kisaran 195,5%,” pungkas Dirut Bank Mandiri.
Halaman Berikutnya