Merger dengan Mandala Finance, Apa Strategi Adira Finance di Tengah Kelesuan Industri Otomotif?

0
124

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk optimistis kinerja perusahaan akan membaik pada paruh kedua tahun ini, di tengah kelesuhan industri otomotif. 

Merger dengan PT Mandala Multifinance Tbk  diyakini akan menciptakan pasar baru bagi Adira.

“Dengan adanya merger dengan Mandala tentu kabar baiknya adalah kami bisa membuka pasar-pasar baru di luar coverage dari Adira. Mandala kuat di daerah-daerah kecil, di Indonesia Timur dan di Aceh. Kita akan selalu mencari sumber-sumber pertumbuhan baru karena kondisi ekonomi di setiap wilayah di Indonesia itu tidak seragam,” kata Direktur Utama Adira Finance,  I Dewa Made Susila, belum lama ini.

Made mengatakan pasar otomotif, baik roda dua maupun empat, memang sedang lesu. Pada semester pertama yang lalu, penjualan ritel roda dua turun 2%, sementara roda empat turun 9%, kata dia.

“Jadi, memang harus diakui bahwa penjualan otomotif under pressure karena dua hal. Pertama, daya beli. Kedua, ada masalah tightening underwriting dari multifinance sehingga terjadi penurunan ini,” jelasnya.

Baca Juga :   OJK Dukung Merger Adira Finance dan Mandala Finance

Karena itulah, tambah Made, Adira lebih hati-hati dalam memberikan pembiayaan, terutama untuk pemesanan baru (new book).

Dengan menurunnya penjualan otomotif pada semester pertama, Made mengatakan pelaku industri memperkirakan skenario terbaik penjualan roda dua  pada tahun ini cenderung landai (flat).

Sementara penjualan mobil baru, kata dia, diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

“Secara singkat memang otomotif itu akan mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Tetapi, kami sejak kuartal II ini sudah mulai mengelola dengan baik asset quality dan kami menargetkan penjualan di semester II dibandingkan semester I akan naik double digit,” ujarnya.

Pada semester pertama, Adira membukukan pendapatan sebesar Rp4,71 triliun, turun 5,7% dari sekitar Rp5 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Laba periode berjalan Adira pada semester pertama 2025 sebesar Rp601,65 triliun, turun 21,37% dari Rp765,20 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Leave a reply

Iconomics