BEI Sebut IHSG Bisa Tembus 8000 pada Agustus, OJK: Mampu Dicapai, Tetapi Tetap Waspada

0
166

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menembus level 8.000 pada Agustus ini. Pada penutupan perdagangan, Rabu (6/8), IHSG berada pada level 7.503,7. 

Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan level 8.000 itu bisa tercapai. 

OJK menyambut baik optimisme dari berbagai pihak, termasuk BEI, terhadap potensi penguatan IHSG. Semangat tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap stabilitas perekonomian nasional dan prospek kinerja Emiten Indonesia yang terus menunjukkan perbaikan. Saya menilai level tersebut mampu dicapai,” kata Inarno dalam konferensi pers bulanan OJK, awal pekan ini.

Namun, Inarno menambahkan, penting untuk dicermati bahwa pergerakan IHSG sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik domestik maupun global serta kinerja emiten. 

“Kami mengingatkan bahwa euforia pasar tetap perlu diiringi dengan kewaspadaan dan pengelolaan risiko yang baik,” katanya.

Sebagai regulator pasar modal, Inarno berkata, OJK terus memastikan bahwa pasar berjalan secara teratur, wajar, dan efisien. 

Baca Juga :   Analis: Bila Vaksinasi Berjalan Efektif, IHSG akan Bullish Hingga ke Level 7.000

“Kami juga mendorong terciptanya ekosistem pasar modal yang sehat dan berintegritas, agar potensi pertumbuhan IHSG maupun instrumen lainnya bisa tercapai secara berkelanjutan, bukan hanya karena momentum jangka pendek,” ujarnya.

Dalam laporannya, OJK memaparkan per 31 Juli 2025, IHSG menunjukkan kinerja yang positif pada level 7.484,34 (secara ytd menguat 5,71 persen). Kinerja indeks sektoral mtd pada Juli 2025 seluruhnya mengalami peningkatan kinerja dengan penguatan terbesar pada sektor Teknologi, Infrastruktur dan Industrial

Nilai kapitalisasi pasar saham pada  Juli 2025 menyentuh all time high selama tiga hari berturut-turut dan puncaknya tercatat pada 29 Juli 2025 mencapai Rp13.701 triliun. Pada akhir Juli 2025 nilai kapitalisasi tercatat mencapai Rp13.492 triliun. Sementara itu, investor non-resident di Juli 2025 membukukan net sell sebesar Rp8,34 triliun mtd (secara ytd net sell sebesar Rp61,91 triliun).

Di sisi likuiditas transaksi, rerata nilai transaksi harian pasar saham per Juli 2025 secara ytd tercatat Rp13,42 triliun, menunjukkan peningkatan dibandingkan rerata ytd posisi akhir Juni 2025 yang sebesar Rp13,29 triliun dan sudah lebih baik dari rerata nilai transaksi tahun 2024 yaitu Rp12,85 triliun.

Leave a reply

Iconomics