SMBC Indonesia Catat Laba Bersih Naik 86% di Semester I-2026

0
7

PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (SMBC Indonesia) membukukan kinerja positif pada semester I tahun 2026. SMBC Indonesia mencatat bahwa laba bersih setelah pajak SMBC Indonesia secara bank only tumbuh 86% yoy menjadi Rp1,066 triliun pada periode tersebut.

SMBC Indonesia mencatatkan pendapatan operasional konsolidasi sebesar Rp8,6 triliun pada semester I-2026 yang berasal dari pendapatan bunga bersih sebesar Rp7,5 triliun dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp1,0 triliun.

Adapun biaya kredit konsolidasi SMBC Indonesia turun 14,8% yoy menjadi Rp2,1 triliun, sejalan dengan penerapan manajemen risiko kredit yang cermat dan proaktif dengan menjaga tingkat pencadangan yang memadai demi menjaga kualitas portofolio. Total aset SMBC Indonesia secara konsolidasi tumbuh 4,7% yoy menjadi Rp245,5 triliun pada akhir Juni 2026. SMBC Indonesia mencatat laba bersih setelah pajak konsolidasi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,4 triliun pada semester I-2026, meningkat 40,3% yoy, termasuk hasil pengalihan portofolio kredit pensiun.

Per akhir Juni 2026, SMBC Indonesia mencatat penyaluran kredit konsolidasi sebesar Rp185,3 triliun. Penyaluran kredit didukung oleh pertumbuhan di sejumlah segmen bisnis utama seperti kredit korporasi dan komersial sebesar 12,8% tahun ke tahun (yoy), kredit di segmen digital savvy melalui layanan Jenius (di luar Digital Micro) sebesar 9,9% yoy, dan pembiayaan PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPN Syariah) sebesar 8,7% yoy. Sementara itu, pembiayaan Grup OTO meningkat 5,8% yoy.

Baca Juga :   BTPN Syariah Bagikan Dividen Rp 45 per Saham, Simak Jadwalnya

Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar mengatakan kinerja semester I-2026 mencerminkan komitmen Perseroan untuk terus membangun fondasi bisnis yang semakin kuat agar mampu bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi dalam dan luar negeri, serta di industri perbankan.

“Kami terus memperkuat fundamental bisnis agar Perseroan mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Setiap langkah strategis diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian kinerja dan penciptaan nilai tambah agar hidup seluruh pemangku kepentingan menjadi bersama lebih bermakna,” kata Henoch.

SMBC Indonesia terus memperkuat struktur pendanaannya melalui pertumbuhan current account and saving account (CASA). Hingga akhir Juni 2026, saldo CASA meningkat 37,4% menjadi Rp60,1 triliun. Sejalan dengan itu, rasio CASA meningkat menjadi 47,5% dari 39,8%, didorong oleh pertumbuhan dana dari segmen korporasi dan komersial, usaha kecil dan menengah (UKM), serta ritel. Per 30 Juni 2026, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) berada di level 30,7%.

Kinerja positif anak usaha turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja konsolidasi SMBC Indonesia. BTPN Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp655 miliar pada semester I-2026, tumbuh 1,8% yoy. Penyaluran pembiayaan BTPN Syariah mencapai Rp11 triliun, meningkat 8,7% yoy. Sementara itu, Grup OTO membukukan laba bersih sebesar Rp382 miliar pada semester I-2026, meningkat 251,8% yoy. Pertumbuhan laba bersih di Grup OTO didukung oleh peningkatan pembiayaan sebesar 5,8% yoy dan biaya kredit yang lebih rendah.

Leave a reply

Iconomics