Pembangunan Sudah 59%, Pemerintah Dorong Percepatan Pembangunan Bendungan Bagong di Trenggalek
Pemerintah mendorong percepatan penyelesaian proyek Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Tujuannya agar masyarakat khususnya petani di Trenggalek bisa merasakan manfaat Bendungan Bagong.
Karena itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pembangunan bendungan tersebut agar berjalan sesuai rencana. Dalam kesempatan itu, Gibran menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran pembangunan.
Gibran pun mengapresiasi tim proyek, serta menyemangati seluruh pekerja dalam proyek Bendungan Bagong. “Semangat terus,” ujar Gibran di Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (30/4).
Sebagai pelaksana proyek, Corporate Secretary PT PP Joko Raharjo mengatakan, proyek pembangunan Bendungan Bagong paket III bernilai kontrak sebesar Rp 402,31 miliar. Masa pelaksanaannya selama 1.473 hari kalender, terhitung sejak 20 Desember 2024.
Untuk saat ini, capaian pembangunan telah menyentuh 59,49%, atau lebih cepat target yang direncanakan yakni 56,56%. Bendungan Bagong berkapasitas 17,4 juta meter kubik, dengan proyeksi pasokan air irigasi mencakup 977 hektare lahan pertanian.
Bendungan itu, kata Joko, akan menyediakan air baku sebesar 153 liter per detik, dan berperan dalam pengendalian banjir di Kabupaten Trenggalek. “PP berkomitmen menyelesaikan proyek Bendungan Bagong tepat waktu dengan tetap mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan keberlanjutan,” ujar Joko.
Dalam pelaksanaannya, kata Joko, proyek tersebut menghadapi tantangan teknis yang kompleks. Tantangan itu Tlterutama karena konstruksi bendungan yang bertumpu pada lapisan koluvial, sehingga memerlukan rekayasa engineering khusus untuk memastikan stabilitas dan keamanan struktur.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, lanjut Joko, PP mengimplementasikan berbagai inovasi konstruksi guna meningkatkan efektivitas pekerjaan serta menjaga standar keselamatan kerja.
“Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan air dan peningkatan produktivitas pertanian,” ujar Joko.