Pendapatan Tumbuh, Laba CIMB Niaga Auto Finance Jadi Rp322,7 Miliar
Foto: Infobank
PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatatkan penurunan laba bersih sepanjang 2025 meski pendapatan perusahaan masih menunjukkan pertumbuhan.
Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2025, laba bersih CNAF tercatat sebesar Rp322,75 miliar, turun sekitar 30,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp464,35 miliar.
Di sisi lain, pendapatan perusahaan justru meningkat menjadi Rp2,23 triliun, naik 9,3% dari Rp2,04 triliun pada 2024.
Penurunan laba terjadi di tengah kenaikan beban secara signifikan. Total beban CNAF tercatat sebesar Rp1,82 triliun, meningkat dari Rp1,47 triliun pada tahun sebelumnya.
Salah satu faktor utama penekan kinerja adalah lonjakan penyisihan kerugian penurunan nilai (CKPN) pembiayaan konsumen yang naik dari Rp313,71 miliar menjadi Rp499,06 miliar. Selain itu, kerugian penjualan aset yang diambil alih juga meningkat menjadi Rp206,5 miliar dari Rp165,7 miliar.
Dari sisi neraca, total aset CNAF tumbuh menjadi Rp11,46 triliun per akhir 2025, meningkat dibandingkan Rp10,81 triliun pada 2024. Pertumbuhan aset ditopang oleh kenaikan piutang pembiayaan konsumen yang mencapai Rp10,32 triliun.
Sementara itu, total ekuitas naik menjadi Rp2,54 triliun dari Rp2,45 triliun, mencerminkan akumulasi laba ditahan perusahaan.
Di sisi pendanaan, perusahaan mencatat peningkatan signifikan pada surat berharga yang diterbitkan menjadi Rp3,69 triliun dari sebelumnya Rp1,30 triliun, menunjukkan strategi diversifikasi sumber pendanaan.