Presiden Prabowo Resmikan Peletakan Baru Pertama Ekosistem Industri Baterai EV Terintegrasi di Karawang

0
107
Reporter: Rommy Yudhistira

Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi di Karawang, Jawa Barat. Kementerian BUMN mengelola proyek strategis nasional (PSN) bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui PT Aneka Tambak Tbk (Antam), Indonesia Baterry Corporation (IBC) dan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), Brunp, dan Lygend.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, konsorsium BUMN yang berada di bawah naungan Danantara itu akan fokus pada pengelolaan investasi, dan operasional yang berkesinambungan. Kementerian BUMN, berperan sebagai pengawas, dan menjalankan penugasan dari pemerintah.

Dalam prosesnya, kata Erick, Kementerian BUMN akan berkolaborasi dengan Kementerian ESDM, dan Kementerian Perindustrian. Hal itu dilakukan untuk menjalankan komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi melalui swasembada energi nasional.

“Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang memotivasi dan terus mendorong agar BUMN mengambil peran strategis dalam hilirisasi industri, serta mendukung penuh transformasi menuju industri hijau, khususnya dalam industri baterai terintegrasi,” kata Erick dalam keterangan resminya pada Senin (30/6).

Baca Juga :   BUMN akan Uji Coba Perdagangan Karbon, Pertamina Salah Satunya

Pabrik tersebut, kata Erick, bernilai investasi US$ 5,9 miliar. Proyek itu disebut akan menciptakan rantai nilai industri dalam negeri, mulai dari penambangan nikel, hingga produksi baterai standar internasional. Dari sisi manfaat, PSN itu menciptakan manfaat untuk sektor industri dan masyarakat di sekitar lokasi.

Manfaat tersebut salah satunya, kata Erick, melalui penciptaan lapangan kerja dalam skala besar. “Kita berbicara tentang 8.000 tenaga kerja langsung dan ribuan lapangan kerja lain secara tidak langsung, termasuk dari sektor pendukung seperti katering dan transportasi,” ujar Erick.

Masih kata Erick, keterlibatan CATL, Brunp, dan Lygend dinilai dapat memperkuat pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik. Karena itu, Kementerian BUMN bertekad untuk memperkuat peran Indonesia, agar tidak hanya menjadi konsumen, namun bisa memproduksi ekosistem baterai kendaraan listrik secara mandiri.

“Melalui proyek ini, saya bersama Pak Bahlil (Menteri ESDM) menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia serius menjadi pemain utama kendaraan listrik global, bukan hanya sebagai penonton, sesuai arahan serta visi Bapak Presiden Prabowo menjadikan bangsa Indonesia besar dan mandiri,” kata Erick.

Leave a reply

Iconomics