SMI Berencana Luncurkan Obligasi Baru di 2026, Perluas Partisipasi Rakyat Biayai Pembangunan
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI berencana meluncurkan obligasi baru pada 2026. Obligasi tersebut dirancang untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam ekosistem pembiayaan pembangunan nasional.
Direktur Utama SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting untuk memperluas kapasitas pendanaan pembangunan. Dengan memperbesar keterlibatan masyarakat, pembangunan dapat berlangsung lebih inklusif, dan berkelanjutan tanpa bergantung satu atau dua sumber pembiayaan.
Inovasi pembiayaan itu, kata Reynaldi, menjadi bagian dari strategi SMI dalam melakukan diversifikasi sumber pendanaan, dan melengkapi rekam jejak pendanaan yang selama ini didominasi investor institusi, serta korporasi.
“Sebagai fiscal tool pemerintah, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan nasional berjalan secara berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Reynaldi dalam keterangan resminya pada Selasa (3/3).
Sejak pertama kali menerbitkan obligasi pada 2014, kata Reynaldi, SMI konsisten menjadi salah satu penerbit utang yang aktif di pasar domestik melalui berbagai instrumen. Adapun instrumen tersebut yakni green bond, sustainability bond, sukuk mudharabah, serta penerbitan zero-coupon bond.
Total dana yang dihimpun melalui penerbitan dalam negeri, kata Reynaldi, mencapai lebih dari Rp 50 triliun hingga 2025. Itu mencerminkan posisi SMI sebagai salah satu emiten yang kredibel, dan dipercaya investor.
“Rencana peluncuran instrumen investasi ini merupakan langkah untuk memperluas partisipasi publik dan menghubungkan masyarakat secara langsung dengan agenda pembangunan nasional yang berorientasi jangka panjang,” ujar Reynaldi.
Sementara itu, Direktur Operasional dan Keuangan SMI Aradita Priyanti mengatakan, diversifikasi pendanaan akan menjadi fokus strategis SMI ke depan. Dengan dukungan peringkat nasional AAA dari Pefindo, SMI berupaya memperluas perannya sebagai development finance institution (DFI) yang berpegang pada prinsip tata kelola, integritas, dan berorientasi jangka panjang.
“Ke depannya kami akan lebih memperluas sumber-sumber pendanaan perseroan. Selain memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan dan pemerintah, juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional,” kata Aradita.