Struktur Organisasi Holding PTPN Dirampingkan, Direksi Anak Usaha Dipangkas

0
3395
Reporter: Yehezkiel Sitinjak

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah merampingkan struktur organisasi holding perkebunan BUMN melalui perusahaan induk PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III. Perampingan itu juga memangkas jumlah direksi pada anak perusahaan holding PTPN, mulai dari PTPN I, II, IV, hingga XIV.

“Pergantian ini sejalan dengan program transformasi grup perusahaan yang berkomitmen untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan terus melakukan perubahan dalam mencapai target perusahaan sehingga dapat memberi kontribusi besar bagi perekonomian nasional,” kata Direktur Utama PTPN III Muhammad Abdul Ghani dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (27/5).

Abdul menuturkan,  pada tahun ini, peran holding Perkebunan Nusantara yang sebelumnya sebagai strategic holding berubah menjadi operational holding. Fungsi utama dan perencanaan strategis termasuk seluruh keputusan terkait investasi (on farm dan off farm), kebijakan komoditi, portofolio bisnis, pengembangan bisnis baru, pemasaran, inisiatif optimalisasi dan divestasi aset, pendanaan dan manajemen kas, serta sumber daya manusia dikendalikan sepenuhnya oleh holding.

Secara terpisah, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan penilaian Menteri BUMN Erick Thohir bahwa perlu adanya penguatan terhadap pengaruh holding kepada anak perusahaan dengan merampingkan direksi di anak-anak perusahaan. Karena itu, setiap anggota holding ke depannya hanya akan memiliki satu direktur kecuali perusahaan induk, yakni PTPN III.

Baca Juga :   Konsep Keamanan Siber Mandiri Digital Tower Berkelanjutan dan sebagai Kekuatan Jaga Teritorial

“Kemarin Pak Erick sudah melihat, sudah ada holding PTPN, maka itu kenapa harus ada lagi di bawahnya lagi? Ini dievaluasi fungsinya holding apa. Makanya dirkeu ditarik ke holding, direktur produksi juga ditarik ke holding,” kata Arya lewat telekonferensi secara virtual, Rabu (27/5).

Melalui perombakan jajaran direksi ini, lanjut Arya, pengumpulan data dapat semakin terpusat di perusahaan holding sehingga meningkatkan efisiensi. Ke depannya aspek pemasaran, produksi dan lainnya di anak perusahaan akan diatur secara langsung oleh anggota direksi yang berada di holding.

Arya memastikan setiap anak perusahaan tetap akan memiliki dewan komisaris. Namun jumlah komisaris tersebut masih dipertimbangkan Kementerian BUMN. “Ada komisaris, bisa 1-2 nantinya,“ kata Arya.

Sebagai informasi, PTPN Group merupakan salah satu perusahaan perkebunan terbesar di dunia berdasarkan total lahan konsesi perkebunan seluas 1,17 Juta hektare. Produk komoditas PTPN Group mencakup komoditas anak perusahaan yang beragam seperti kelapa sawit, tebu, karet, teh, kopi, tembakau dan kakao, serta produk hilirnya masing-masing.

Baca Juga :   Dikelola PHR Mulai 9 Agustus, PLN Aliri Listrik dan Uap ke WK Rokan

Data per 31 Maret 2020, areal tanaman PTPN III (Persero) dan anak perusahaan didominasi oleh tanaman kelapa sawit seluas 593.935 hektare, tanaman karet seluas 146.345 hektar, tanaman tebu seluas 62.583 hektare serta areal teh 30.512 hektare

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics