Survei LPEM FEB UI: 7 dari 10 Penjual Tokopedia Alami Kenaikan Volume Penjualan 133%
Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Astri Wahyuni
Dari riset LPEM FEB UI, ini sebanyak 68,6% penjual yang bergabung saat pandemi adalah pencari nafkah tunggal di keluarga. Kemudian, 76,4% penjual bergabung dengan alasan kemudahan mengelola bisnis di Tokopedia. Sebanyak 90% penjual adalah pelaku usaha berskala usaha mikro.
Contoh pegiat usaha yang mengalami peningkatan penjualan saat pandemi adalah Bali Alus. “Sejak pandemi, 80% penjualan kami berasal dari Tokopedia. Kenaikan penjualan selama pandemi mencapai hampir 3x lipat dibanding periode sebelum pandemi,” kata Pemilik Bali Alus, Ni Kadek Eka Citrawati.
Kepala LPEM FEB UI, Riatu Mariatul Qibthiyyah menjelaskan riset ini menggunakan metodologi gabungan hasil survei dan data transaksi penjualan dan pembeli di Tokopedia. Survei dilakukan secara online pada 20 Oktober sampai 22 November 2020. Secara total, jumlah respons yang diterima oleh tim sampai dengan akhir periode survei sebanyak 20.826 users, dengan 11.567 penjual dan 9.259 konsumen.
Pandemi Ubah Pola Konsumsi Masyarakat
Belanja online semakin menjadi alternatif masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sekaligus mengurangi risiko penyebaran virus di tempat ramai. “Rata-rata pengeluaran bulanan konsumen sebelum dan saat pandemi di Tokopedia meningkat 71%,” jelas Riatu.
Halaman Berikutnya