Astra Agro Gandeng Brawijaya Beri Masukan Kurikulum Jurusan Pertanian Khusus soal Perkebunan Sawit
PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) menggandeng Universitas Brawijaya memberi masukan dalam rangka menyusun kurikulum pendidikan tinggi pertanian khusus perkebunan kelapa sawit. Penyesuaian kurikulum dinilai penting dalam menjawab kebutuhan industri.
Menurut Ketua Program Studi Entomologi Universitas Brawijaya Akhmad Rizali, masukan dari pelaku usaha diperlukan agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan. Kemudian, kolaborasi dengan dunia usaha juga membuka peluang penguatan riset, sekaligus meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, jumlah tenaga kerja yang terserap pada industri sawit meningkat dari 12,5 juta orang pada 2015, menjadi 16,5 juta orang pada 2024. Dari 16,5 juta tenaga kerja yang terserap pada perkebunan kelapa sawit, 9,7 juta orang merupakan tenaga kerja langsung.
Angka itu terdiri atas 5,2 juta orang tenaga kerja perkebunan kelapa sawit rakyat, dan 4,5 juta karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit negara-swasta.
“Perubahan kurikulum perlu menyesuaikan dengan kebutuhan industri,” kata Akhmad dalam keterangan resminya pada Jumat (1/5).
Sementara itu, Direktur Astra Agro Lestari Bandung Sahari mengatakan, sinergi antara dunia usaha dan akademik menjadi kunci dalam menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan. Pemahaman agroekologi menjadi penting dalam pengelolaan perkebunan sawit yang memiliki skala luas, dan kompleksitas lanskap.
Selain penguatan aspek teknis, Astra Agro Lestari juga mendorong peningkatan soft skill mahasiswa sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem saintis yang kompetitif di tingkat global.
“Kolaborasi antara pelaku usaha dan universitas sangat penting, terutama dalam menghasilkan penelitian yang aplikatif, seperti pengendalian hama dan penyakit tanaman di perkebunan kelapa sawit,” ujar Bandung.