Blibli Cetak Pendapatan Neto Rp 22,2 R di Periode Januari-September 2026

0
8
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) mencetak pendapatan neto sebesar Rp 22,2 triliun pada Januari-September 2026. Angkanya meningkat 46% secara tahunan (yoy) dari Rp 15,2 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

CEO & Founder Blibli Kusumo Martanto mengatakan, pendapatan usaha disumbang dari pertumbuhan 2 digit pada seluruh segmen usaha. Khususnya yang berkaitan dengan segmen institusi, dan toko fisik.

“Dalam 9 bulan pertama tahun 2025 kembali menunjukkan ketangguhan ekosistem omnichannel terintegrasi, serta konsistensi kami dalam menjalankan rencana strategis jangka panjang,” kata Kusumo dalam keterangan resminya pada Jumat (30/10).

Masih soal kinerja, kata Kusumo, pihaknya mencatat take rate sebesar 9,1% hingga akhir September 2026, dari sebelumnya 8,4% pada periode yang sama tahun lalu. Bila dilihat per 3 bulan, Blibli membukukan take rate 9,3% pada Kuartal III/2026.

Dari sisi laba, kata Kusumo, Blibli mencatat peningkatan laba bruto sebesar 26% untuk Januari-September 2026, dan sebesar 20% pada Kuartal III/2026. Sementara itu, beban operasional konsolidasi terhadap volume pembayaran total (TPV) sebesar 6,4% hingga 30 September 2026, dari 7,2% pada bulan ke-9 tahun 2025.

Baca Juga :   Pelni Sudah Jual Tiket Sekitar 214 Ribu di Periode Libur Sekolah dengan Diskon 30%

Hasilnya, tambah Kusumo, Blibli mampu meningkatkan kinerja persentase laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) terhadap TPV sebesar 160 bps secara yoy.

“Di tengah pola belanja konsumen yang selektif dan persaingan pasar yang ketat, kami terus mencatatkan pertumbuhan sekaligus meningkatkan profitabilitas dan efisiensi operasional,” ujar Kusumo.

Memasuki kuartal terakhir 2026, kata Kusumo, Blibli tetap memperkuat pertumbuhan pendapatan yang berkualitas, meningkatkan efisiensi operasional, dan menggali nilai yang lebih besar dari ekosistem yang terintegrasi.

“Melalui eksekusi yang disiplin, alokasi modal yang cermat, dan perbaikan berkelanjutan, kami bertekad untuk membangun usaha omnichannel yang lebih menguntungkan, tangguh, dan memiliki keunikan tersendiri,” ujar Kusumo.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics