Ikut IDBS 2025, Easycash Dukung Penuh Penguatan Ekosistem Keuangan Digital
PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) berkomitmen mendukung penguatan ekosistem keuangan digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Komitmen itu diwujudkan dengan berpartisipasi dalam Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2025 yang diselenggarakan Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech).
Sebagai aplikasi penyedia pinjaman daring yang berizin, dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo mengatakan, pihaknya berpartisipasi di IDBS 2025 untuk mendukung visi Aftech dalam menghadirkan ekosistem keuangan digital.
“Selain berpartisipasi di IDBS, Easycash juga menerjemahkan visi tersebut dengan menggunakan teknologi dan memperkuat kolaborasi dengan perbankan, guna memperluas akses pembiayaan yang inklusif sekaligus memperkokoh perlindungan konsumen,” ujar Nucky dalam keterangan resminya pada Jumat (22/8).
Dengan menjadi peserta di IDBS, kata Nucky, pihaknya berkesempatan memperkenalkan citra sebagai solusi pendanaan digital, yang mendukung pertumbuhan sektor riil di Indonesia.
Sebagai rangkaian IDBS 2025, kata Nucky, Easycash mendukung penuh kampanye nasional gagasan OJK, Indonesia merdeka dari scam. Kampanye itu dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi, dan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman penipuan digital.
Di samping itu, kata Nucky, Easycash mempertegas komitmen industri dalam menghadirkan layanan keuangan digital yang aman, terlindungi, dan berdaya saing global. Dari sisi kinerja, Easycash telah menyalurkan pembiayaan dengan total mencapai Rp 77,27 triliun hingga Juli 2025.
Kemudian, kata Nucky, Easycash pun telah menjangkau lebih dari 8,4 juta penerima dana, dengan 1,45 juta di antaranya merupakan pengguna aktif. “Easycash dapat berkontribusi nyata untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem keuangan digital Indonesia,” ujar Nucky.
Sementara itu, Ketua Umum Aftech Pandu Sjahrir mengatakan, penyelenggaraan IDBS 2025 untuk mendorong kemitraan strategis antara bank digital, fintech, regulator, dan sektor riil. Dengan mengusung tema “Securing Economic Growth: Trusted Digital Finance as an Enabler of an Inclusive Economy”, IDBS 2025 menjadi ajang yang memperkuat komunikasi, dan kolaborasi antara bank dan pinjaman daring.
“Tahun ini kami fokus pada tiga keluaran utama: penguatan ketahanan siber dan pencegahan scam berbasis intelijen bersama, desain produk keuangan yang benar-benar inklusif bagi UMKM dan masyarakat underserved, serta arsitektur kolaborasi yang berkelanjutan,” kata Pandu.