PART Cetak Kinerja Positif di 2025, Penjualan Naik 38,23% Dibandingkan 2024
PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) mencatat penjualan sebesar Rp 369,59 miliar pada 2025. Jumlah tersebut meningkat 38,23% dibandingkan 2024 sebesar Rp 267,38 miliar.
Direktur PART Tjoeng Rino Saputra mengatakan, pertumbuhan penjualan dibarengi dengan peningkatan profitabilitas. Laba kotor meningkat 20,93% dari Rp 58,53 miliar menjadi Rp 70,78 miliar. Kemudian, laba usaha tumbuh 29,93% dari 31,26 miliar menjadi Rp 40,62 miliar, dan laba bersih meningkat 29,97% dari Rp 23,24 miliar, menjadi Rp 30,21 miliar.
“Pertumbuhan kinerja 2025 menjadi landasan penting bagi perseroan untuk melanjutkan pengembangan usaha secara berkelanjutan,” kata Tjoeng dalam keterangan resminya pada Senin (28/9).
Untuk mendukung kebutuhan pengembangan usaha, kata Tjoeng, PART berencana menambah modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 200 miliar.
Dana yang diperoleh dari aksi korporasi itu (setelah dikurangi biaya-biaya emisi), kata Tjoeng, akan digunakan sebagai modal kerja. Kemudian, untuk kebutuhan pembelian bahan baku, peningkatan aktivitas produksi, kebutuhan operasional, dan pengembangan usaha.
Seluruh rencana right issue, kata Tjoeng, akan memperhatikan keputusan pemegang saham, dan aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain right issue, PART berencana membeli kembali saham (buyback) sebanyak 10% dari modal ditempatkan, dan disetor penuh pada tanggal RUPSLB. Adapun anggaran yang disiapkan maksimal Rp 10 miliar.
Pelaksanaan buyback, kata Tjoeng, dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu paling dalam 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB. Sama dengan right issue, proses buyback pun memperhatikan aturan yang berlaku.
Dari sisi bisnis, kata Tjoeng, komponen otomotif tetap menjadi salah satu fondasi utama usaha PART. Sejalan dengan perkembangan perseroan, PART terus mengembangakan produk, dan solusi engineering yang dapat diaplikasikan pada sektor industri.
Pengembangan produk itu, kata Tjoeng, membuka peluang bagi PART untuk memperluas pasar ke sektor peralatan pengolahan pangan, pertanian, pengolahan limbah, serta mesin dan peralatan industri.
Melalui penguatan bisnis komponen otomotif dan pengembangan portofolio di berbagai sektor, ujar Tjoeng, PART berkomitmen membangun sumber pertumbuhan yang lebih beragam, dan berkelanjutan.
Beberapa produk yang tengah dikembangkan yakni food tray, mesin panjat kelapa, gas oil water fryer, mesin penabur dolomit, dan mesin digester Somya (mesin pengolahan limbah).
PART, kata Tjoeng, akan melaksanakan strategi secara bertahap, dengan tetap memperhatikan disiplin operasional, efisiensi produksi, kebutuhan pelanggan, dan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
“Ke depan, kami akan tetap memperkuat bisnis komponen otomotif sebagai fondasi perseroan, sekaligus mengembangkan kapabilitas engineering dan manufaktur untuk menjangkau kebutuhan industri yang lebih beragam,” tuturnya.