Volume Transaksi Alto Network Tumbuh 50% YoY di Periode Lebaran 2026

0
31
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Alto Network mencatat pertumbuhan volume transaksi sebesar 50% secara tahunan (yoy) pada periode Lebaran 2026. Kenaikan pun terjadi pada volume transaksi QRIS sebesar 89,56%, dan nilai transaksi 94,18% yoy pada Maret 2026.

CEO Alto Network Gretel Griselda mengatakan, meski menghadapi tantangan kondisi global, ekosistem pembayaran di Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Hal itu terlihat dari skala transaksi digital yang berkembang pesat dengan volume transaksi mencapai ratusan juta hingga miliaran per tahun.

Berdasarkan data Bank Indonesia, kata Gretel, transaksi digital tumbuh lebih dari 20%-30% yoy. Bahkan, transaksi QRIS melampaui 100% pada fase awal adopsi. Sejalan dengan hal itu, Alto secara konsisten menjaga keandalan sistem, dan layanan dengan capaian service level agreement (SLA) uptime 99,99%.

“Ini ditandai dengan tetap tumbuhnya transaksi yang kami proses baik dari sisi jumlah transaksi maupun volume transaksi, ini dapat menjadi indikasi bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki daya konsumsi yang baik. Saat ini Alto Network memproses hingga 30 juta transaksi per harinya,” kata Gretel dalam keterangan resminya pada Kamis (9/4).

Baca Juga :   Bulog Akan Salurkan Bansos Beras dan Minyak Goreng di Periode Februari-Maret 2026

Untuk menjawab tantangan tersebut, kata Chief Business Officer Alto Network Rangga Wiseno, pihaknya menghadirkan Askara Connect bagi pelaku industri. Askara Connect merupakan proses operasional dalam satu sistem terintegrasi. Dengan visibilitas yang menyeluruh dari Askara Connect, tim operasional dapat merespons isu lebih cepat, dan mengambil keputusan berbasis data.

Selain itu, kata Rangga, pendekatan berbasis interactive asisten mulai diterapkan pada Askara Collab. Tujuannya untuk menghadirkan solusi dalam menjawab tantangan komunikasi yang berpotensi memperlambat penanganan isu. Askara Collab menggabungkan automasi dengan peran manusia untuk memastikan proses koordinasi tetap cepat, terstruktur, dan mudah dilacak.

“Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya bagaimana memproses transaksi dengan cepat, tetapi bagaimana memastikan seluruh proses di belakangnya. Mulai dari pemantauan, koordinasi, hingga penanganan kendala bisa berjalan secara terintegrasi dan efisien,” ujar Rangga.

Leave a reply

Iconomics