DSNG Catat Pendapatan Konsolidasi Naik Signifikan Hingga Kuartal III-2025

0
59

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp8,9 triliun hingga akhir September 2025. Pendapatan tersebut meningkat 25% year-on-year (YoY).

DSNG mengungkap peningkatan ini terutama ditopang oleh segmen kelapa sawit yang memberikan kontribusi sekitar 88% terhadap total pendapatan, diikuti oleh produk kayu sebesar 11% dan energi terbarukan 1,7%.

Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp1,3 triliun, atau naik 51% YoY, seiring dengan peningkatan harga rata-rata penjualan (average selling price/ASP) produk sawit dan perbaikan efisiensi operasional di seluruh lini usaha,” kata Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo dalam keterangannya. 

Pendapatan segmen kelapa sawit mencapai Rp7,8 triliun, naik 27,8% YoY. Kinerja positif ini didukung oleh kenaikan ASP seluruh produk utama, yakni crude palm oil (CPO) naik 16,3% YoY, palm kernel meningkat 80,5%, dan palm kernel oil (PKO) tumbuh 82,8%, sementara volume penjualan naik sekitar 5%. Produksi Tandan Buah Segar (TBS) meningkat 4% YoY menjadi 1,6 juta ton, dengan produksi CPO naik 3,9% YoY. Kualitas produk tetap terjaga, dengan Free Fatty Acid (FFA) stabil di 3% dan Oil Extraction Rate (OER) di 23,37%.

Baca Juga :   Adhi Commuter Properti Bukukan Laba Bersih Rp37,6 Miliar di Semester I-2022

DNSG menyampaikan pendapatan segmen produk kayu tercatat sebesar Rp948,8 miliar, meningkat 9,2% YoY, didorong oleh kenaikan volume penjualan panel 9,9% YoY dan engineered flooring 3,2% YoY. Permintaan global menunjukkan perbaikan meski masih dihadapkan pada tantangan eksternal seperti tarif perdagangan Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik.

Selain itu, pendapatan dari segmen energi terbarukan tercatat sebesar Rp148,9 miliar, turun 8,3% YoY akibat penurunan sementara volume penjualan dan harga jual seiring fluktuasi permintaan biomassa di pasar Jepang.

Pada kuartal ketiga, produk wood pellet yang mulai beroperasi komersial sejak awal tahun telah menjual 13,7 ribu ton dengan harga rata-rata US$120 per ton, memberikan kontribusi tambahan terhadap pendapatan segmen energi terbarukan.

Per 30 September 2025, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp17,2 triliun, turun 1% dibandingkan tahun lalu karena penggunaan kas untuk pembayaran dividen dan serta pelunasan obligasi yang jatuh tempo pada Juli 2025. Total liabilitas menurun 17% YoY, sejalan dengan strategi deleveraging melalui pelunasan pinjaman lebih awal. Sementara itu, total ekuitas meningkat 11% YoY menjadi Rp10,9 triliun, mencerminkan kinerja laba yang kuat dan kebijakan pengelolaan modal yang berhati-hati.

Leave a reply

Iconomics