IFG Life Catat Pertumbuhan Pendapatan Premi 8% hingga Oktober 2025
Salah satu aet properti milik IFG Life yang dilelang, berlokasi di Jl. Gondangdia Lama No.41, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat/Foto: portal.lelang.go.id
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) menyebut pendapatan premi konsolidasian naik sebesar 8,19% menjadi Rp5,67 triliun pada periode Januari–Oktober 2025. Pendapatan premi sebelumnya Rp5,24 triliun pada periode Januari–Oktober 2024.
Direktur Keuangan IFG Life, Ryan Diastana Firman, menjelaskan kondisi keuangan IFG Life yang semakin sehat ini menunjukkan pengelolaan bisnis yang semakin terarah.
“Kinerja keuangan IFG Life menunjukkan perusahaan semakin kuat secara fundamental. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan premi serta penguatan tingkat solvabilitas perusahaan,” kata Ryan dalam keterangannya.
Risk based capital (RBC) IFG Life tercatat sebesar 217,9%, jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%. Dengan ekuitas saat ini, IFG Life juga telah memenuhi ambang batas minimum ekuitas industri asuransi jiwa yang ditetapkan oleh OJK, yaitu Rp500 miliar di 2026 dan Rp1 triliun pada 2028.
Ekuitas perusahaan menguat 31,43% menjadi Rp5,04 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,84 triliun.
“Capaian ini membuktikan ketahanan finansial IFG Life dalam menghadapi dinamika industri, juga menunjukkan kemampuan kami untuk menunaikan kewajiban kepada nasabah dengan bertanggung jawab,” kata Ryan.
Sejak berdiri pada Oktober 2020, IFG Life telah membayar klaim lebih dari Rp22,6 triliun kepada lebih dari 450.000 peserta, menegaskan komitmen perusahaan dalam menunaikan kewajiban kepada nasabah secara tepat waktu dan transparan.