Perusahaan Pembiayaan MTF Cetak Laba Bersih Rp 445,4 M di 2019
PT Mandiri Tunas Finance (MTF) merilis kinerja keuangan yang mampu meningkatkan pendapatan perusahaan di 2019/The Iconomics
PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mencetak kinerja keuangan positif pada 2019. Perusahaan pembiayaan yang menjadi bagian dari Mandiri Group ini mampu membukukan laba bersih senilai Rp 445,4 miliar di 2019.
Angka ini mengalami kenaikan 10% dibanding 2018 yang membukukan laba bersih senilai Rp 403,3 miliar. Seperti laba bersih, penyaluran kredit baru perusahaan ini pun naik 6,6% dari 26,9 triliun di 2018 menjadi Rp 28,8 triliun di 2019.
“MTF juga berhasil mencatatkan perolehan pendapatan sebesar Rp 3,44 triliun di 2019, naik 10,3% dibandingkan 2018 yang mencapai Rp 3,12 triliun. Melihat dari segmennya, pendapatan tersebut terdiri atas 80,01% segmen retail dan 19,9% segmen fleet,” kata Direktur Utama MTF Arya Suprihadi di Jakarta, Kamis (5/3).
Arya mengatakan, dari jumlah pencapaian penyaluran kredit itu, pertumbuhan pembiayaan kendaraan bermotor yang baru hanya 1%. Sementara pertumbuhan yang cukup melesat pada periode itu adalah pembiayaan kendaraan komersial seperti bus, kredit bagi usaha dan korporasi serta program kredit multiguna seperti Cash Aja.
Untuk pertumbuhan sektor komersial mencapai 20% hingga 30%. Sementara sektor multiguna mengalami pertumbuhan sebesar 70%. MTF disebut Arya memang gencar mendorong pertumbuhan bisnis dan saat bersamaan tetap menjaga kualitas kredit. Buktinya kredit macet (NPL) hanya berada di posisi 0,75% di 2019.
Angka NPL itu mengalami perbaikan jika dibandingkan dengan 2018 yang mencapai 0,83%. Sedangkan, aset perusahaan, kata Arya, ikut tumbuh sebesar 4,68% dari Rp 17,5 triliun di 2018 menjadi Rp 18,3 triliun tahun ini.
Untuk 2020, menurut Arya, perseroan awalnya menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 6%. Tetapi setelah wabah virus corona merebak, MTF mengkoreksinya. MTF belum menetapkan target karena masih mengamati dampak corona terhadap industri.
Arya mengungkapkan, untuk mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan, MTF telah menyiapkan anggaran pembelanjaan senilai Rp 50 miliar. Dari jumlah tersebut, sebagian besar akan digunakan untuk penguatan digitalisasi perusahaan. Termasuk perbaikan proses, perbaikan pelayanan, serta perbaikan sistem dan infrastruktur teknologi informasi.