Tepis Keraguan Publik, Merry Riana Beberkan Prospek Cerah Perusahannya yang Baru Melantai di BEI
Merry Riana, Founder dan Komisaris Utama PT Merry Riana Edukasi Tbk
PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (10/7), bersama tiga perusahaan lainnya.
Tercatat di Papan Pengembangan, emiten yang bergerak di sektor edukasi ini meraup dana Rp30,09 miliar dari penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
Dengan nilai emisi yang kecil, ada kekhawatiran MERI tidak memiliki prospek yang cerah dan investor rawan “nyangkut” karena harga saham yang menurun.
Namun, Merry Riana, Founder dan Komisaris Utama PT Merry Riana Edukasi Tbk menyatakan sektor pendidikan memiliki prospek yang cerah di Indonesia.
“Saya tau banyak yang bertanya, apakah sektor pendidikan bisa berpeluang besar di pasar modal? Jawaban saya, iya. Bukan hanya bisa. Tetapi, sangat bisa. Pendidikan bukan hanya tren sesaat, tetapi pendidikan adalah fondasi. Sektor pendidikan adalah sektor masa depan. Apalagi pendidikan soft skill, karakter, leadership, entrepreneurship, kepercayaan diri, itu adalah sebuah kebutuhan pokok generasi muda saat ini,” ujar Merry di Main Hall BEI, saat seremoni pencatatan perdana saham, Kamis (10/7).
Merry mengatakan, MERI bukan merupakan pemain baru di bidang edukasi investasi di Indonesia. Tetapi, pemimpin pasar.
“And we are very confident. Dengan lebih dari 30% pertumbuhan tahunan dalam tiga tahun terakhir, bisnis yang telah terbukti profitable, ekosistem yang kami miliki: learning center, event dan juga digital learning, MERI berada pada titik yang langka: stabil secara operasional, namun masih sangat awal dalam potensi ekspansi,” ujarnya.
Setelah IPO, struktur kepemilikan saham MERI terdiri atas PT Merry Riana Indonesia sebesar 57,96%, PT Tancorp Investama Mulia sebesar 19,32%, dan publik 22,72%.
Merry mengatakan, sebagai pendiri, ia dan suaminya Alva Christopher Thenderasa telah meyampaikan surat pernyataan komitmen ke Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tidak menjual kepemilikannya (lock-up) selama lima tahun ke depan.
“Artinya, kami tidak akan menjual satu lembar pun saham kami sendiri sampai tahun 2030. Karena kami membangun, bukan untuk dijual, kami membangun untuk ditumbuhkan bersama dengan Anda,” ujarnya.
Merry optimistis, nilai perusahaan akan terus bertumbuh dalam lima hingga 20 tahun depan.
“Kami tahu, kami masih kecil. Tetapi justru di sinilah letak kekuatannya. MERI mungkin masih kecil hari ini. Tetapi kami punya struktur, kami punya strategi, dan semangat untuk bertumbuh jauh. Dan berkali-kali saya buktikan dalam hidup saya, dengan penyertaan Tuhan, yang kecil bisa menjadi besar. Asalkan kami punya hati yang benar, niat yang tulus dan komitmen yang sungguh,” ujarnya.
Merry juga mengucapkan terima kasih kepada Hermanto Tanoco, pendiri Tancorp Group yang menjadi investor strategis MERI.
“Hari ini secara khusus saya ingin mengucapkan terima kasih pada pak Hermanto Tanoko, yang bukan hanya menjadi strategic investor pertama kami, tetapi juga mentor, penasihat, dan orang pertama yang percaya pada potensi MERI jauh dari sebelum orang lain melihatnya,” ujarnya.