Sour Sally Perluas Ekspansi Internasional, Buka Gerai Pertama di Filipina
Sour Sally, merek F&B asal Indonesia yang berdiri sejak 2008, resmi membuka gerai pertamanya di Filipina, tepatnya di Greenhills Mall, Metro Manila. Filipina menjadi pasar internasional ketiga Sour Sally setelah Indonesia dan Uni Emirat Arab/Foto: Dok.Perusahaan
Sour Sally, merek makanan dan minuman (food and beverage/F&B) asal Indonesia yang berdiri sejak 2008, memperluas jangkauan bisnis internasional dengan memasuki pasar Filipina. Ekspansi ini menjadikan Filipina sebagai pasar ketiga Sour Sally setelah Indonesia dan Uni Emirat Arab.
Gerai pertama Sour Sally di Filipina berlokasi di Greenhills Mall, Greenhills Shopping Center, 1502 Ortigas Ave, San Juan City, Metro Manila.
Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi sebagai merek F&B asal Indonesia yang mampu bersaing di pasar internasional. Dengan mengandalkan inovasi produk, pengalaman operasional, dan kepercayaan konsumen, Sour Sally berupaya mengembangkan bisnis secara berkelanjutan di berbagai negara.
Saat ini, Sour Sally mengklaim sebagai salah satu perusahaan yoghurt beku terkemuka di Asia Tenggara. Sejak berdiri 18 tahun lalu, perusahaan telah menjual lebih dari 100 juta cup, melayani lebih dari 15 juta pelanggan setiap tahun, mempekerjakan lebih dari 1.000 karyawan, serta mengoperasikan 180 gerai di tiga negara dan lebih dari 30 kota.
Salah satu produk andalan yang menjadi identitas Sour Sally adalah Black Sakura. Produk yang diperkenalkan sebagai yoghurt beku hitam pertama di dunia ini menggunakan arang aktif alami dan memadukan tampilan khas dengan manfaat fungsional.
Black Sakura secara alami rendah lemak dan kaya probiotik. Produk ini juga diformulasikan untuk mendukung kesehatan pencernaan dan proses detoksifikasi alami. Hampir dua dekade sejak diperkenalkan, Black Sakura tetap menjadi produk terlaris perusahaan sekaligus merepresentasikan inovasi Sour Sally dalam menghadirkan hidangan penutup.
Pembukaan gerai Sour Sally Greenhills Mall turut dihadiri sejumlah perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila, antara lain Atase Perdagangan Rahayu Ningsih dan Wakil Kepala Perwakilan KBRI Manila Victorina Hesti Dewayani.
Acara tersebut juga dihadiri mitra bisnis Sour Sally di Filipina, Frank Lao dan Janica Faye Lao, tim Sour Sally Filipina, perwakilan media, serta para tamu dan pengunjung Greenhills Mall.
Pendiri dan CEO Sour Sally, Donny Pramono, mengatakan ekspansi ke Filipina merupakan tonggak penting dalam perjalanan perusahaan untuk memperkenalkan merek asal Indonesia kepada konsumen internasional.
“Ekspansi kami ke Filipina bukan semata-mata tentang membuka gerai baru. Langkah ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan Sour Sally untuk memperkenalkan merek asal Indonesia kepada khalayak internasional yang lebih luas. Kami bangga dengan perjalanan dan pencapaian Sour Sally sejak 2008. Kami melihat Filipina sebagai pasar yang menawarkan peluang besar untuk membangun hubungan yang bermakna dengan konsumen sekaligus memperkenalkan pengalaman khas Sour Sally di pasar internasional yang barum” kata Donny Pramono, Pendiri dan CEO Sour Sally, dikutip dari keterangan pers.
Dalam mengembangkan bisnis internasional, Sour Sally mengandalkan model waralaba yang memungkinkan konsep bisnisnya diterapkan dan disesuaikan dengan karakteristik setiap pasar, tanpa meninggalkan identitas serta standar utama merek.
Head of International Franchise Development Sour Sally, Christian Jordan, mengatakan Filipina menjadi pasar penting untuk menguji penerapan model bisnis perusahaan bersama mitra waralaba lokal.
“Filipina merupakan pasar penting bagi kami karena menjadi bukti bahwa model bisnis Sour Sally dapat diterapkan di pasar baru tanpa kehilangan DNA merek. Fokus kami bukan hanya menghadirkan gerai pertama, tetapi juga membangun keberadaan bisnis yang berkelanjutan bersama mitra waralaba lokal serta meletakkan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan jangka panjang,” jelas Christian Jordan.
Melalui kolaborasi dengan mitra waralaba lokal, Sour Sally berupaya membangun bisnis yang relevan dengan karakteristik pasar Filipina, sekaligus mempertahankan identitas merek, standar produk, dan pengalaman pelanggan.
Perusahaan juga berkomitmen menghadirkan pengalaman yang sesuai dengan pasar lokal dengan menghormati dan merayakan budaya masyarakat Filipina, tanpa meninggalkan identitas khas yang telah dibangun sejak 2008.
Untuk memperkenalkan mereknya lebih luas, Sour Sally akan menggelar serangkaian kegiatan yang melibatkan mitra waralaba lokal, media, kreator konten, dan masyarakat. Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran merek dan keterlibatan konsumen, sekaligus membangun hubungan jangka panjang di pasar Filipina.
Ekspansi ini menjadi bagian dari ambisi Sour Sally untuk membuktikan bahwa merek F&B asal Indonesia mampu berkembang di pasar internasional melalui penguatan jaringan waralaba dan kolaborasi dengan mitra bisnis lokal.