KIS Group dan PT SMART Tbk Mulai Bangun Pabrik Waste to Energy Kelapa Sawit

0
89

KIS Group-Sustainability² dan Sinar Mas Agribusiness and Food memulai pembangunan (groundbreaking) pabrik BioCompressed Natural Gas (BioCNG®) komersial di pabrik kelapa sawit Padang Halaban, Labuhan Batu Utara, Sumatra Utara.

“Pembangunan ini menunjukkan komitmen berkelanjutan kami terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” kata Founder dan CEO KIS Group-Sustainability², K.R. Raghunath dalam keterangannya.

“Dengan dukungan strategis dari Mitsubishi Corporation serta kolaborasi bersama mitra industri seperti PT SMART Tbk dan Unilever, kami membuktikan bahwa solusi energi terbarukan skala komersial dapat memberikan dampak lingkungan sekaligus nilai ekonomi,” lanjutnya menjelaskan.

Presiden Direktur PT SMART Tbk, The Biao Leng, menyampaikan proyek ini merupakan bagian dari peta jalan SMART untuk mengurangi jejak karbon operasional pabrik hulu melalui pemanfaatan limbah menjadi energi bersih dan terbarukan, sekaligus mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.

“Inisiatif ini sejalan dengan kerangka keberlanjutan Collective for Impact, yang menjadi panduan kami dalam menciptakan nilai bersama bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Kami percaya bahwa kinerja bisnis yang baik dapat berjalan seiring dengan kontribusi positif bagi keberlanjutan, dan kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan para mitra dan pemangku kepentingan dalam perjalanan ini,” kata Presdir SMART.

Baca Juga :   Lanjutkan Program Digitalisasi, Astra Agro Meluncurkan 3 Aplikasi Baru

Pabrik ini akan menjadi pabrik BioCNG® komersial keempat KIS Group di Indonesia dan yang pertama bagi PT SMART Tbk, serta menandai langkah nyata dalam mendorong transisi energi bersih Indonesia melalui solusi pengolahan limbah menjadi energi (waste to energy) di sektor kelapa sawit.

Pabrik ini dibangun dengan skema Build-Own-Operate-Transfer (BOOT) dan dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal I tahun 2027. Fasilitas ini akan menangkap metana dari Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) dan mengonversinya menjadi BioCNG® terbarukan, dengan target produksi sekitar 127.000 MMBTU per tahun, sekaligus diproyeksikan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar sekitar 62.484 ton setara CO₂ per tahun. BioCNG® yang dihasilkan akan disalurkan kepada Unilever Oleochemical Indonesia untuk menggantikan penggunaan gas alam berbasis fosil dalam kegiatan operasionalnya.

Leave a reply

Iconomics