Kebutuhan Biodiesel Meningkat, Humpuss Maritim Internasional Tbk Beli 9 Kapal Baru; Anggarannya Rp802,5 Miliar

0
162

Perusahaan pelayaran, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk atau HUMI memperkuat jumlah armada pada tahun ini. Penambahan ini antara lain untuk pengangkutan biodiesel yang terus menggeliat.

Kebutuhan biodiesel diperkirakan akan terus meningkat setelah pada Februari 2023 lalu pemerintah meluncurkan program B35 yaitu pencampuran bahan bakar nabati dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak solar dari 30% (B30) menjadi 35% (B35).

Tirta Hidayat, Direktur Utama HUMI mengungkapkan ada 9 kapal yang akan dibeli pada tahun ini , yang terdiri dari tiga Oil & Chemical Tanker, satu LNG Vessel dan lima Tugboat. Total anggaran yang disediakan Perseroan mencapai Rp802,5 miliar.

Menurut Tirta, pembelian Oil & Chemical Tanker  merupakan strategi ekspansi Perseroan dalam memenuhi kebutuhan methanol yang terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan permintaan atas bahan bakar nabati.

Namun, sayangnya dengan meningkatnya kebutuhan methanol pada saat ini, ketersediaan kapal pengangkut methanol di Indonesia masih terbatas.

“Terbatasnya ketersediaan kapal pengangkut ini menjadi peluang usaha besar bagi Perseroan untuk memonetisasi kelangkaan tersebut,” ujar Tirta dalam keterangan pers, dikutip, Selasa 16 Januari.

Baca Juga :   Melalui E-fuels, Pertamina NRE Kembangkan Solusi Inovatif Dekarbonisasi Sektor Transportasi

Selain mengangkut methanol, kapal tanker yang ditargetkan Perseroan ini juga bertujuan untuk mengangkut caustic soda dan asam sulfat yang belakangan ini mengalami lonjakan kebutuhan seiring dengan pertumbuhan industri nikel di Indonesia.

Penempatan Kapal Oil & Chemical Tanker ini merupakan salah satu upaya Perseroan dalam pengembangan lini usaha Chemical dan diharapkan mampu mengambil pangsa pasar yang lebih besar di tahun 2024.

Tirta menyampaikan penambahan kapal ini akan menjadi katalis positif untuk mendorong kinerja Perseroan terutama dalam lini bisnis Oil & Chemical.

“Untuk tahun 2024, Perseroan menargetkan adanya pertumbuhan laba bersih usaha Perseroan sebesar 20,50%,” ujar Tirta.

Ia mengatakan hingga akhir tahun 2023 secara non-audited, laba bersih usaha mencapai US$ 14.70 juta, meningkat 35,00% dibandingkan laba bersih pada tahun 2022.

Leave a reply

Iconomics