Rebranding EDGE DC sebagai Penegasan Perusahaan Pemimpin Infrastruktur Digital

0
60
Reporter: Rommy Yudhistira

EDGE DC resmi mengubah identitas merek (rebranding) menjadi Digital Edge Indonesia. Perubahan itu dilakukan untuk memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem digital edge di Asia Pasifik, sekaligus mempertahankan komitmen dalam melayani pelanggan.

CEO Digital Edge John Freeman mengatakan, identitas baru itu menegaskan posisi perusahaan sebagai pemimpin infrastruktur digital yang siap menghadapi masa depan. Beberapa langkah strategis dilakukan untuk menuju hal itu yakni, melakukan integrasi penuh ke dalam jaringan regional yang menerapkan standar global di bidang teknik, operasional, dan layanan.

“Indonesia menjadi salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia,” kata John dalam keterangan resminya pada Selasa (9/12).

Digital Edge Indonesia, kata John, telah membangun reputasi kuat dalam hal kecepatan, keandalan, dan keunggulan operasional, sejak dibangun pada 2018. Perusahaan melayani berbagai sektor, termasuk komputasi awan (cloud), layanan keuangan, hyperscaleenterprise, dan jaringan.

John menambahkan, Digital Edge Indonesia memiliki 2 fasilitas utama yaitu EDGE 1 dan EDGE 2, dengan total kapasitas 29 MW. Baru-baru ini, Digital Edge Indonesia memperoleh pendanaan senilai US$ 325 juta dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur digital baru di Jakarta, refinancing fasilitas, dan menyelesaikan pembangunan EDGE 2.

Baca Juga :   Industri Manufaktur Sektor Potensial Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Investasi itu, kata John, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap Indonesia sebagai salah satu pasar pusat data dengan pertumbuhan tercepat di Asia.

Rebranding ini memperkuat identitas regional kami dan memastikan kemampuan untuk berkembang dengan standar operasional kelas dunia seiring meningkatnya permintaan infrastruktur digital,” ujar John.

Sementara itu, CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar menambahkan, pihaknya berharap bisa memberikan dampak positif bagi ekonomi digital Indonesia. Juga memperkuat ekosistem teknologi nasional, menarik investasi asing, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan akses infrastruktur kelas dunia bagi UMKM, serta perusahaan lokal.

“Kami berkomitmen untuk mendukung transformasi digital Indonesia dan berperan aktif dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional melalui layanan pusat data yang andal dan berstandar global,” kata Stephanus.

Leave a reply

Iconomics