Kemenkeu Sebut Pendapatan Capai Rp 1.459,4 T di Semester I atau 46,3% dari Target APBN 2026
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut pendapatan negara mencapai Rp 1.459,4 triliun hingga Semester I/2026. Pendapatan negara naik 21,4% secara tahunan (yoy), dan telah mencapai 46,3% dari target APBN 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pendapatan negara dihasilkan dari penerimaan pajak sebesar Rp 1.187,8 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 271,0 triliun, dan penerimaan hibah Rp 0,7 triliun.
“Kalau kita lihat penerimaan pajak saja itu tumbuhnya 24,6%. Ini perkembangan yang menggembirakan, mengingat tahun lalu kontraksi 7% dalam 6 bulan pertama. Jadi reformasi perpajakan dan reformasi organisasi sudah memberikan hasil yang cukup menjanjikan,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/7).
Dari sisi belanja, kata Purbaya, belanja negara terealisasi Rp 1.656,0 triliun, atau meningkat 17,8% secara yoy. Adapun komponen belanja negara yakni belanja pemerintah pusat Rp 1.298,6 triliun, dan transfer ke daerah (TKD) Rp 357,4 triliun.
Soal TKD, kata Purbaya, terdapat kenaikan pagu dari Rp 357,4 triliun menjadi Rp 706,3 triliun. Kenaikan pagu digunakan untuk penanganan bencana Sumatra, penambahan dana otonomi khusus Papua, dan dana tambahan infrastruktur khusus.
“Jadi anggaran ke daerah kita naikkan dengan angka yang cukup signifikan,” ujar Purbaya.
Berdasarkan realisasi pendapatan dan belanja negara, lanjut Purbaya, defisit APBN tercatat sebesar Rp 196,5 triliun atau 0,76% dari PDB. Kondisi tersebut mencerminkan defisit APBN tetap terjaga dalam batas aman, dan terkendali.
“Kita pastikan bahwa anggara kita tetap terkendali, dan defisit akan di bawah 3%,” ujar Purbaya.