DIM Kerja Sama dengan Inspeksi Sertifikasi dan IDSurvey Olah Sampah di Indonesia
PT Danantara Investment Management (DIM) bekerja sama dengan PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (Persero) atau IDSurvey. Kerja sama tersebut dalam rangka mengembangkan dan menyelenggarakan sistem pengolahan sampah di Indonesia.
Direktur Investasi DIM Fadli Rahman mengatakan, pengembangan sistem pengolahan sampah terintegrasi membutuhkan dukungan investasi yang berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi dengan IDSurvey diharapkan dapat memperkuat aspek kualitas, kepatuhan, dan keberlanjutan proyek melalui dukungan jaminan yang komprehensif.
Kemudian, kata Fadli, dukungan tersebut pun diproyeksikan dapat memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan. Lalu, dapat pula meningkatkan daya saing proyek-proyek pengelolaan sampah di Indonesia.
“Pengelolaan sampah merupakan salah satu tantangan sekaligus peluang strategis dalam pembangunan berkelanjutan,” kata Fadli dalam keterangan resminya pada Kamis (16/7).
Sementara itu, Direktur Utama IDSurvey Ari Sudono menambahkan, pihaknya akan mengerjakan kajian teknis dan studi kelayakan; inspeksi dan pengujian fasilitas serta infrastruktur, sertifikasi serta klasifikasi instalasi; verifikasi dan penilaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Seluruhnya dilakukan untuk mendukung pengembangan proyek mulai dari perencanaan, konstruksi, operasional, hingga pasca-operasi.
Melalui kerja sama tersebut, kata Ari, IDSurvey siap menjadi strategic assurance partner dalam mendukung pengembangan sistem pengolahan sampah terintegrasi, dan memenuhi standar yang berlaku.
Sebagai holding BUMN jasa survei, ujar Ari, IDSurvey memiliki kapabilitas lewat sinergi PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), PT Sucofindo (Persero), dan PT Surveyor Indonesia (Persero). Kolaborasi ketiga perusahaan tersebut memungkinkan IDSurvey menawarkan layanan assurance yang komprehensif di sistem pengolahan sampah terintegrasi.
“Transformasi pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada penanganan limbah, tetapi juga bagaimana menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan teknologi, penerapan prinsip keberlanjutan, dan penguatan tata kelola,” ujar Ari.