Layanan Bank Emas BUMN Capai 177 Ton/Tahun, Bukti Tingginya Kepercayaan Masyarakat
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria/Dok. Iconomics
Badan Pengaturan (BP) BUMN mencatat layanan bank emas (bullion) perusahaan milik negara telah mengelola 177 ton emas dalam waktu 1 tahun. Angka tersebut berasal dari pengelolaan emas Pegadaian sebanyak 153 ton, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) 24 ton emas.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bullion. Juga menunjukkan besarnya potensi emas nasional sebagai instrumen investasi dan penggerak ekonomi.
Kemudian, kata Dony, ekosistem bank emas mencatatkan langkah penting melalui pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto setahun yang lalu.
Kehadiran IBMA, kata Dony, menjadi wadah bagi para pelaku industri untuk membangun pasar bullion yang lebih terintegrasi, transparan, sesuai standar, dan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
“Kalau ekosistemnya kuat dan semua pelaku bisa jalan bareng, industri emas kita bakal punya nilai tambah yang jauh lebih besar,” kata Dony dalam keterangan resmi pada Jumat (17/7).
Dengan sinergi itu, kata Dony, pihaknya berharap dapat mempercepat hilirisasi emas, memperluas pengembangan produk dan layanan berbasis emas. Kemudian, meningkatkan produktivitas aset emas nasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pasar bank emas di Asia Tenggara.
Langkah itu, lanjut Dony, bagian dari upaya pemerintah membangun industri emas yang semakin modern, inklusif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
“Ini bukan cuma soal perdagangan emas, tapi juga bagaimana emas bisa jadi penggerak ekonomi nasional,” ujar Dony.